Glazer Tambah Ketidakpastian di MU

Glazer Tambah Ketidakpastian di MU

- Sepakbola
Jumat, 13 Mei 2005 21:11 WIB
Jakarta - Masuknya Malcolm Glazer ke Manchester United sebagai pemilik mayoritas saham menambah ketidakpastian di MU. Jika akhirnya Glazer jalan sendiri, MU bakal jadi apa?Tahun ini merupakan musim kedua berturut-turut MU hanya menempati peringkat tiga klasemen Liga Inggris. Dibandingkan dengan masa kejayaannya enam tahun lalu, The Red Devils seakan sedang berjalan menuju masa kegelapan.Susah untuk memungkiri bahwa tim treble winner MU telah melewati masa jayanya. Seiring dengan hengkangnya David Beckham, pemain lain seperti Paul Scholes, Roy Keane, Ryan Giggs dan Neville Bersaudara tidak lagi memiliki rekanan yang "sejiwa", disamping usia yang semakin tua tentunya.Dengan hadirnya Chelsea yang tiba-tiba berubah menjadi tim raksasa Eropa dengan segudang pemain kelas dunia, mau tidak mau MU juga harus berpikir untuk membuat tim baru. Namun yang menjadi pertanyaan ialah apakah MU akan meniru Chelsea mendatangkan pemain "jadi", atau justru ingin mengulang sukses Ferguson mendidik pemain muda menjadi pemain bintang.Apapun pilihan yang akan diambil MU, masalah besar sudah menanti di depan mata. Saat ini Ferguson sudah 63 tahun, usia yang terlalu tua untuk diharapkan tenaganya mengulang sukses sepuluh tahun lalu melahirkan Giggs yang baru. Selain itu sejak memulai kampanyenya untuk mendapatkan saham MU, Glazer tidak pernah berjanji akan mempertahankan Ferguson.Sementara itu jika ingin mendatangkan pemain jadi, kondisi keuangan MU saat ini cukup diragukan. Tahun ini MU dilaporkan mengalami penurunan pendapatan hingga 50%. Bahkan untuk menjamin keuangan musim depan, manajemen MU telah sepakat untuk menaikkan harga tiket pertandingan musim depan.Kedatangan Glazer juga tidak membawa perubahan yang berarti layaknya Roman Abramovich di Chelsea. Sejak mengatakan keinginannya untuk membeli MU tahun lalu, berbagai pihak telah menentangnya. Kekhawatiran para suporter maupun pemegang saham bukannya tanpa alasan. Hal ini karena dana yang dimiliki Glazer untuk menawar MU disinyalir merupakan hasil pinjaman. Aksi protes pun gencar dilakukan suporter MU untuk melawan Glazer. Terakhir para suporter berusaha untuk memperjuangkan jatah kepemilikan sahamnya hingga 25 persen, untuk mencegah Glazer. Awalnya gerakan para suporter MU terkesan jalan sendiri. Namun lama-kelamaan para pemain MU dan Ferguson mulai menunjukkan simpatinya. Glazer dinilai sama sekali tidak memperhatikan suara suporter, padahal suporter adalah unsur yang sangat penting bagi eksistensi klub. Bahkan Menteri Olahraga Inggris Richard Caborn turut mengungkapkan kekecewaannya terhadap aksi Glazer.Namun nasi sudah menjadi bubur. Glazer saat ini telah memiliki hampir 57% saham MU, artinya apapun keputusan strategis MU kini butuh tanda tangan Glazer. Mungkin hal terbaik yang bisa dilakukan pecinta MU yaitu berharap, semoga Glazer tidak menjadikan MU sebagai mesin uang semata. (lom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads