Vieira Balas Sindiran Keane
Selasa, 17 Mei 2005 19:09 WIB
Jakarta - Tiga bulan lalu Patrick Vieira tidak menanggapi serangan kata-kata Roy Keane. Serangan balik dilakukan kapten Arsenal itu menjelang pertemuan timnya melawan Manchester United di final Piala FA akhir pekan ini.Salah satu yang disentil Vieira dari Keane adalah kontroversi gelandang MU itu sat meninggalkan tim nasionalnya, Republik Irlandia, di putaran final Piala Dunia 2002 lalu.Sentilan itu dilontarkan Vieira sebagai jawaban pernyataan Keane awal Februari lalu, yang merasa heran kenapa Vieira membela timnas Prancis, sedangkan dirinya lahir, besar dan mengaku mencintai Senegal."Untuk seseorang yang meninggalkan timnya di Piala Dunia, saya rasa omongan itu berlaku buat dirinya sendiri. Dia (Keane) tidak tahu latar belakangku dan saya tak ingin dia berkomentar seperti itu karena dia tidak dalam posisi yang bagus untuk mengatakannya. Di saat negaranya membutuhkannya, dia malah pergi begitu saja," tutur Vieira dikutip Guardian, Selasa (17/5/2005).Keane menyerang Vieira dengan isu nasionalisme itu menjelang pertandingan Arsenal versus MU di Highbury 1 Februari lalu. Usai partai yang dimenangi MU dengan skor 4-2 itu Keane kian marah karena sebelum memasuki lapangan Vieira dilihatnya seperti hendak "mengintimidasi" Gary Neville."Saya tak bilang saya mengintimidasi Neville. Waktu itu saya hanya hendak menyampaikan beberapa kata. Dia (Keane) bereaksi dengan cara seperti yang akan saya lakukan pula jika seseorang mendatangani dan berbicara dengan salah satu pemain Arsenal.""Saya tidak heran sama sekali. Ini adalah reaksi seorang kapten, seorang pemimpin. Saya menaruh hormat yang tinggi padanya dan semua pemain MU. Itu tidak diragukan lagi," tandas Vieira. Kembali soal isu nasionalisme, Vieira menegaskan bahwa Keane tidak patut menyindir dirinya, yang meskipun berasal dari Senegal tapi memilih memperkuat Les Bleus.Waktu itu Keane berkata: "Ini membuatku tertawa. Ada pemain yang ingin membela negara ini dan negara itu, tapi ketika mereka punya kesempatan untuk main... Well, mungkin ini bukan urusanku."Vieira memberikan jawaban. "Tak ada yang perlu saya buktikan kepadanya. Tidak ada. Dia bukan dari Senegal, bukan dari Afrika, makanya dia takkan mengerti. Lebih baik dia urus dirinya sendiri dan melihat apa yang telah diperbuatnya."Meski demikian Vieira, yang kemarin bertekad mengakhiri karirnya bersama The Gunners, tetap menghormati Keane sebagai sesama pemain dan individu."Sekalipun saya mengatakan hal di atas, tidak berarti saya tidak menghormati dia. Waktu datang ke Inggris dialah orang yang ingin saya lawan di lapangan karena di posisinya dialah yang terbaik. Saya menaruh respek yang besar padanya," imbuh Vieira.Hari Sabtu (21/5/2005) mendatang Vieira dan Keane akan mengomandoi timnya masing-masing, Arsenal dan Manchester United, di final Piala FA di stadion Millenium, Cardiff. Yang kalah dipastikan hampa gelar juara musim ini. (a2s/)











































