Rindu Mendalam Conte pada Italia

Rindu Mendalam Conte pada Italia

Randy Prasatya - Sepakbola
Senin, 25 Sep 2017 18:43 WIB
Rindu Mendalam Conte pada Italia
Antonio Conte punya rindu besar pada tanah kelahirannya di Italia (Thananuwat Srirasant/Getty Images)
Jakarta - Belum genap dua musim Antonio Conte berpetualang di Inggirs sebagai manajer Chelsea. Kini dia sudah amat rindu dengan Italia.

Conte resmi menjadi manajer Chelsea pada musim panas tahun lalu dengan durasi kontrak tiga musim. Di musim pertama dia berhasil mempersembahkan trofi Premier League untuk The Blues, sekaligus kembali membawa Si Biru ke ajang Liga Champions.

Sukses di negeri orang ternyata tak membuat Conte betah seutuhnya. Pada musim panas tahun ini dia sempat dikabarkan ingin kembali ke Italia agar bisa dekat dengan istri dan anaknya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Inter Milan pun jadi klub Italia yang coba mengambil kesempatan untuk meminang Conte. Namun, pada akhirnya mantan pelatih Juventus dan timnas Italia itu tetap melanjutkan karier di Chelsea. Itu setelah istri dan anaknya ikut menetap di London.



Kali ini, Conte terang-terangan mengatakan ingin pulang ke Italia. Dia mengaku sudah rindu dengan negara kelahirannya. Namun, belum tahu kapan dirinya akan kembali Italia.

"Ada rasa rindu kepada Italia, itu tidak bisa diragukan. Tidak ada dalam benak saya untuk tinggal di luar negeri terlalu lama. Memang, ada baiknya punya pengalaman yang indah, tapi saya berniat kembali ke Italia suatu hari nanti," kata Conte kepada Radio Anch'io Sport.

Kerinduan Conte dengan Italia pun membuat dirinya tak berpikir untuk menjajal atmosfer kompetisi di belahan bumi lainnya. Dia pun punya cita-cita untuk menjadi direktur olahraga, yang mungkin dia jalani dengan tim di Italia.

"Cina? Tidak, sama sekali tidak. Bundesliga? Selalu sulit untuk memprediksi masa depan. Anggap saja pelatih adalah pekerja sementara," sambung Conte.



"Tergantung hasil, tapi ada keinginan dari pihak saya untuk mencoba melakukan yang terbaik, menyelesaikan satu proyek dan kemudian menemukan yang tepat untuk melanjutkannya. Saya rindu Italia, itu fakta."

"Tetap saja, pengalaman ini sangat membantu saya. Saya juga ingin menjadi direktur olahraga di masa depan," beber pria 48 tahun itu. (din/raw)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads