Griezmann masuk radar Arsenal ketika masih membela Real Sociedad di musim panas 2013. Saat itu, ada kontak antara agen Griezmann, Eric Olhats, dengan scout Arsenal, Gilles Grimandi.
Griezmann cukup antusias mendengar ketertarikan Arsenal dan diberi tahu bahwa transfer kemungkinan besar akan terwujud.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Merasa jadi korban Pemberi Harapan Palsu alias PHP, Griezmann kecewa. Saat Arsenal datang lagi kepadanya, dia langsung menutup pintu.
"Saya menunggu, menunggu, dan terus menunggu ... Ketika tak ada kabar, Eric menghubungi Grimandi, yang mengatakan bahwa manajer masih tertarik kepada saya (dan) meminta untuk tetap menunggu," tulis Griezmann dalam autobiografinya yang berjudul Behind The Smile.
"Akhirnya beberapa jam sebelum bursa transfer ditutup, dia memberi tahu kami bahwa Arsenal tidak akan melakukan transfer. Saya tak suka diberi tahu sesuatu dan ternyata itu tak terjadi," lanjut Griezmann.
"Jadi, ketika Eric memberi tahu saya kemudian bahwa klub London itu tertarik lagi, saya bilang kepadanya: 'Lupakan, setelah pukulan yang mereka berikan ke kita'," kata penyerang yang sekarang berusia 26 tahun itu.
Pada musim panas 2013, Arsenal memilih untuk mendatangkan striker lainnya, Yaya Sanogo, dari Auxerre. Pembelian Sanogo pada akhirnya terbukti gagal total dan si pemain sudah dilepas pada musim panas lalu.
Sementara itu, Griezmann pindah ke Atletico Madrid setahun setelah di-PHP Arsenal. Bersama Atletico, dia menjadi salah satu penyerang tersubur di Spanyol. Griezmann sudah mencetak 89 gol untuk Los Colchoneros dalam 176 pertandingan di semua kompetisi.
(mfi/mfi)











































