Pada musim ini, Milner memang bukan opsi utama di tubuh tim. Dia kerap dirotasi dengan gelandang-gelandang lain yang dimiliki Liverpool.
Kehadiran Andrew Robertson serta fitnya Alberto Moreno juga membuat Milner tak lagi bermain sebagai bek kiri, posisi yang dia tempati sepanjang musim lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di kompetisi tertinggi antarklub Eropa itu, Milner sudah menyumbang tujuh assist. Angka itu menempatkannya di puncak daftar pembuat assist terbanyak, mengungguli nama-nama seperti Eden Hazard, Kevin de Bruyne, dan Neymar.
Pujian pun dilontarkan oleh Alex Oxlade-Chamberlain untuk Milner. Namun Oxlade-Chamberlain menilai pemain berusia 32 tahun itu tak mendapat cukup sorotan dari publik di luar Liverpoo.
"Saya pikir dia tampil brilian sepanjang musim. Milner adalah pemain yang jujur dan terus bekerja keras. Ia memberikan jalan untuk pemain-pemain di sekitarnya, dan memperlihatkan sesuatu yang positif," Oxlade-Chamberlain mengatakan kepada situs resmi Liverpool.
"Milner adalah pekerja keras dan mesin tim. Sayangnya, banyak yang tak menyadari kemampuan tekniknya dan hal yang dia lakukan di lapangan. Dalam pertandingan ketika kami mampu mencetak tujuh gol dan tiga pemain depan kami mencetak dua atau tiga gol (Milner punya peran di sana)."
"Saya bahkan berpikir Milner bermain sebagai bek kiri di laga Liga Champions dan mencatatkan tiga assist di babak kedua. Tak ada yang menyadari kinerjanya di Porto, dia bermain luar biasa baik di laga itu. Dia benar-benar penting dalam menyerang dan mengkreasikan beberapa gol krusial. Saya melihat statistik assist-nya di Liga Champions, itu brilian!" ungkap mantan gelandang Arsenal itu.
"Fakta bahwa kami butuh dia sebagai pemimpin, menjaga agar semua bekerja dalam formasi yang bagus dan terorganisasi, saya pikir banyak teknik dan kontribusinya dalam menyerang kadang tidak disadari. Tapi di dalam tim, kami semua menyadarinya dan tahu apa yang bisa ia lakukan," tutur Oxlade-Chamberlain.
(nds/rin)











































