sepakbola
Follow detikSport Follow Linkedin
Sabtu, 15 Jun 2019 17:31 WIB

Cerita Jorginho Dieksploitasi Agen dan Hidup dengan 20 Euro Per Minggu

Randy Prasatya - detikSport
Jorginho memulai karier sepakbolanya dengan sangat pahit. (Foto: Eddie Keogh/Reuters) Jorginho memulai karier sepakbolanya dengan sangat pahit. (Foto: Eddie Keogh/Reuters)
London - Jorginho memulai karier sepakbolanya dengan sangat pahit. Jauh merantau dari Brasil ke Italia, diam-diam uang Jorginho malah dikuras oleh agennya sendiri.

Jorginho adalah pesepakbola yang lahir di Imbituba, Brasil, dan kini sudah berusia 27 tahun. Dia mengambil kewarganegaraan Italia melalui garis keturunan kakek buyutnya.

Gelandang Chelsea itu mulai pindah ke Italia pada usia 15 tahun. Seorang agen membawanya ke Italia, setelah lebih dulu dimasukkan ke sekolah sepakbola.


Jorginho semasa bermain untuk Verona.Jorginho semasa bermain untuk Verona. (Foto: Mario Carlini / Iguana Press/Getty Images)

"Saya bermain di turnamen Brasil dan seorang agen memantau saya. Dia membawa saya dan pemain lain ke sekolah sepakbola, yang berjarak 200 kilometer dari tempat saya tinggal saat itu. Saya menghabiskan dua tahun di sana," kata Jorginho dikutip dari situs resmi Chelsea.

"Idenya adalah dia menggunakannya untuk mencari pemain dan siapa pun yang dia pikir cukup baik akan dibawa ke Italia. Itulah yang dia lakukan dengan saya ketika berusia 15 tahun. Dia membawa saya untuk tes di Verona di kelompok junior dan mereka mengambil saya," sambungnya.

Verona tidak berada di Serie A pada waktu itu dan tidak memiliki tim junior. Jorginho kemudian dialihkan ke tim junior bernama Berretti selama dua tahun. Tim itu bermain di Serie C1/C2.

Pada momen itu, Jorginho bertemu dengan kiper yang juga berasal dari Brasil. Keduanya mulai akrab dan muncul pertanyaan terkait proses kepindahan Jorginho dari Brasil ke Italia.


"Ketika saya bermain untuk Berretti, saya bertemu dengan sesama pemain Brasil bernama Rafael, yang merupakan kiper. Saya bersahabat dengannya. Dia bertanya kepada saya tentang apa yang saya lakukan, berapa lama saya berada di sini, dan saya mengatakan kepadanya bahwa saya hidup dengan 20 euro seminggu."

"Dia berkata 'tunggu sebentar, ada sesuatu yang tidak beres terkait itu'. Dia membuat beberapa pertanyaan dan ternyata agen saya telah menguras uang dan saya tidak tahu apa-apa tentang itu."

"Pada saat itu saya mau menyerah. Saya sangat hancur. Saya sudah muak. Saya menelepon ke rumah sambil menangis dan bilang ke ibu bahwa saya mau pulang dan saya tidak ingin bermain sepakbola lagi."

"Ibu bilang 'jangan berpikir tentang hal itu. Kamu sudah sangat dekat, kamu sudah berada di sana selama beberapa tahun, ibu tidak akan mengizinkan kamu pulang. Kamu harus tinggal di sana dan tegar'. Jadi Saya memutuskan tinggal," Jorginho membeberkan.

Jorginho akhirnya berhasil tembus tim senior Verona. Dia di sana sejak 2011 sampai 2014 dan membuat Napoli membelinya hingga kini bermain untuk Chelsea.

(ran/rin)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed