sepakbola
Follow detikSport Follow Linkedin
Rabu, 09 Okt 2019 13:39 WIB

Performa Jeblok Bikin MU Terancam Kehilangan Rp 346,2 Miliar

Yanu Arifin - detikSport
Performa buruk MU membuatnya terancam kehilangan dana sponsor sebesar 20 juta paun. (Foto: Alex Livesey/Getty Images) Performa buruk MU membuatnya terancam kehilangan dana sponsor sebesar 20 juta paun. (Foto: Alex Livesey/Getty Images)
Manchester - Performa buruk membuat Manchester United terancam gagal ke Liga Champions lagi. Setan Merah pun terancam kehilangan Rp 346,2 miliar dari sponsor.

MU saat ini menjadi bulan-bulanan karena performa jeleknya. Pasukan Ole Gunnar Solskjaer baru mengemas 4 kemenangan dari 11 laga perdana di semua kompetisi di musim 2019/2020.

Khusus di Liga Inggris, Paul Pogba dkk baru meraih 2 kemenangan, dengan sisanya menelan kekalahan dan hasil imbang masing-masing tiga kali. Sementara MU tertahan di peringkat ke-12 klasemen Liga Inggris dengan baru mengumpulkan 9 poin, terpaut 15 angka dari Liverpool di posisi pertama.




Situasi itu, terlepas musim masih panjang, menyisakan kekhawatiran pada kelolosan MU ke kompetisi Eropa musim depan. Ya, The Red Devils dikhawatirkan tidak lolos ke Liga Champions lagi.

Musim lalu, MU hanya finis di peringkat 6 Liga Inggris sehingga hanya tampil di Liga Europa pada musim 2019/2020. Kini, performa buruk membuat MU terancam gagal lolos ke Liga Champions untuk dua musim beruntun.

Andai demikian, MU bakal kehilangan dana sponsor sebesar 20 juta paun atau sekitar Rp 346,2 miliar. Nominal itu diambil dari kesepakatannya dengan Adidas.

Diketahui, Adidas menjadi sponsor utama MU dengan nilai kontrak mencapai 750 juta paun atau hampir Rp 13 triliun untuk jangka waktu 10 tahun sejak musim 2015/2016.




Adidas per tahunnya akan membayar sebesar 75 juta paun kepada MU. Namun, produsen apparel ternama itu akan memangkas dana tahunannya sebesar 30% andai MU gagal lolos ke Liga Champions dua musim beruntun. Kesepakatan itu menjadi klausul dari kedua belah pihak.

Liga Champions memang penting bagi pundi-pundi uang MU. Pada musim 2016/2017, ketika gagal tampil di kompetisi itu, pendapatan mereka turun drastis.

"Hasil keuangan kami untuk kuartal ini mencerminkan dampak dari tidak berpartisipasi kami di Liga Champions," ungkapnya Direktur Eksekutif Ed Woodward.

Simak Video "Chevrolet Pikir-pikir Tak Sponsori MU Gegara Performa Menurun"
[Gambas:Video 20detik]
(yna/mrp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksepakbola.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com