sepakbola
Follow detikSport Follow Linkedin
Sabtu, 04 Apr 2020 18:15 WIB

Pemain-pemain Premier League Sudah Bahas Kontribusi untuk Krisis Corona, Kok

Rifqi Ardita Widianto - detikSport
LONDON, ENGLAND - DECEMBER 07: Heung-Min Son of Tottenham Hotspur celebrates after scoring his teams third goal with Dele Alli and Harry Kane during the Premier League match between Tottenham Hotspur and Burnley FC at Tottenham Hotspur Stadium on December 07, 2019 in London, United Kingdom. (Photo by Justin Setterfield/Getty Images) Tottenham Hotspur memangkas gaji karyawan non-sepakbola di tengah krisis corona. (Foto: Justin Setterfield / Getty Images)
Jakarta -

Lambatnya reaksi klub-klub dan para pemain Premier League dalam krisis corona dikritik. Danny Rose menegaskan pemain sudah jauh-jauh hari siap berkontribusi.

Pandemi corona membuat sepakbola Inggris mati. Kompetisi dari berbagai level, termasuk Premier League yang paling mentereng, mesti ditangguhkan tanpa batas waktu.

Penangguhan kompetisi berujung pada persoalan lain, ancaman kebangkrutan. Sebab klub-klub kehilangan pemasukan besar dari pertandingan-pertandingan dan harus menanggung beban gaji yang amat besar.

Beberapa klub top Eropa seperti Barcelona, Atletico Madrid, Bayern Munich, dan Borussia Dortmund bersepakat dengan pemain-pemain mereka untuk memangkas gaji. Gaji pemain dan staf pelatih Barcelona dan Atletico bahkan dipotong sebesar 70%.

Dari pemangkasan gaji itu, klub-klub tersebut bisa mengamankan posisi dan gaji karyawan-karyawan klub, khususnya yang tak berkaitan dengan urusan lapangan hijau. Sementara di Inggris situasinya berbeda.

Beberapa klub seperti Tottenham Hotspur, Norwich City, dan Newcastle United malah lebih dulu merumahkan karyawan-karyawan non-lapangan, lalu memotong gaji mereka sebesar 20% sesuai aturan pemerintah. Hal inilah yang menuai kritik.

Para pemain dinilai tidak peka dengan situasi. Tapi hal tersebut dibantah oleh bek Newcastle United Danny Rose. Ia menyebut para pemain sebenarnya sudah membahas inisiatif untuk berkontribusi dalam krisis ini sejak jauh-jauh hari.

Soal pemotongan gaji, Asosiasi Pesepakbola Profesional (PFA) sebelumnya menyatakan bukannya berniat menghalangi upaya tersebut. Mereka mengungkapkan bahwa kesepakatan hanya belum terjalin dengan klub-klub karena ingin ada aturan yang jelas.

"Kami semua ingin melakukan sesuatu. Saya cuma bisa berbicara untuk diri saya sendiri, tapi saya tak akan punya masalah apapun untuk berkontribusi dari gaji saya ke orang-orang yang berjuang dalam situasi ini di garis terdepan dan mereka yang sudah terdampak," kata Rose, yang merupakan pemain pinjaman dari Tottenham Hotspur.

"Kami merasa seperti disudutkan. Pembicaraan soal bagaimana berkontribusi itu sudah dilakukan sebelum orang-orang di luar sepakbola berkomentar."

"Saya sudah berkomunikasi via telepon dengan Jordan Henderson dan dia bekerja begitu keras untuk membawa sesuatu. Sungguh tak perlu, ketika orang-orang yang tak terlibat di sepakbola memberi tahu para pesepakbola apa yang seharusnya dilakukan dengan uang mereka. Saya melihatnya sebagai hal aneh," tambahnya seperti dikutip BBC.



Simak Video "Arsenal Akan Mulai Latihan Pekan Depan, Tetap Ada Aturan Ketat"
[Gambas:Video 20detik]
(raw/cas)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksepakbola.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com