sepakbola
Follow detikSport Follow Linkedin
Rabu, 08 Apr 2020 09:24 WIB

'Premier League 2019/2020 Akan Dibatalkan'

Mohammad Resha Pratama - detikSport
MANCHESTER, ENGLAND - MAY 06:  The Premier League Trophy on display prior to the Premier League match between Manchester City and Huddersfield Town at Etihad Stadium on May 6, 2018 in Manchester, England.  (Photo by Michael Regan/Getty Images) Liga Inggris 2019/2020 diramalkan bakal disetop karena virus corona *(Michael Regan/Getty Images)
Udine -

Premier League di Inggris masih berkomitmen untuk menuntaskan musim 2019/2020. Tapi seorang petinggi klub Italia, Udinese, memprediksi hal itu tidak akan terjadi.

Liga Inggris seperti liga-liga Eropa lainnya tengah ditangguhkan menyusul pandemi virus corona. Belum diketahui kapan akan diteruskan lagi mengingat COVID-19 masih belum bisa diatasi.

Dalam perkembangan terakhir, klub-klub masih ingin liga diselesaikan. Bahkan UEFA serta FIFA sudah memberi kelonggaran dengan berbagai aturan darurat yang dibuat, semisal soal bursa transfer dan kontrak pemain.

Tapi, ada yang meramalkan kalau Premier League bakal menyusul Liga Pro Belgia yang lebih dulu membatalkan musim dan menobatkan Club Brugge sebagai juaranya. Padahal Liga Belgia terancam sanksi UEFA karena keputusannya itu.



"Federasi Belgia sudah menghentikan kompetisi meski diancam sanksi UEFA," ujar Direktur Olahraga Udinese, Pierpaolo Marino, seperti dikutip Sportskeeda.

Udinese memang bermain di Serie A yang liganya juga dihentikan tanpat batas waktu. Tapi, klub itu dimiliki oleh Giampaolo Pozzo, anak dari pemilik Watford Gino Pozzo.

Bukan tanpa alasan jika Marino berkata demikian mengingat bisa saja Gino Pozzo sudah mendapat "bocoran" terkait kelanjutan musim ini. Liverpool yang memuncaki klasemen Premier League cuma butuh enam poin dari sisa delapan laga untuk jadi juara, dengan keunggulan 25 poin atas Manchester City.

"Inggris juga mengalami masalah serupa karena situasinya menjadi lebih gawat. Saya bicara soal Premier League," sambungnya.

"Kita harus bisa menjauh dari bahaya ini, tidak peduli bagaimanapun kondisinya. Saya lebih khawatir soal musim depan, bukan yang saat ini."

Inggris jadi salah satu negara Eropa yang paling banyak terjangkit virus corona dengan lebih dari 6.100 orang meninggal dunia.



Simak Video "Tumbangkan Bournemouth, Wolves Tempel MU"
[Gambas:Video 20detik]
(mrp/raw)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksepakbola.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com