sepakbola
Follow detikSport Follow Linkedin
Senin, 27 Apr 2020 20:15 WIB

On This Day: Steven Gerrard Kepleset, Gelar Juara Sirna

Kris Fathoni W - detikSport
LIVERPOOL, ENGLAND - APRIL 27:  Steven Gerrard of Liverpool on his knees during the Barclays Premier League match between Liverpool and Chelsea at Anfield on April 27, 2014 in Liverpool, England.  (Photo by Clive Brunskill/Getty Images) On This Day: Steven Gerrard Kepleset, Gelar Juara Sirna. (Foto: Getty Images/Clive Brunskill)
Jakarta -

Di tanggal 27 April 2014, tepat enam tahun lalu, sebuah momen penting terjadi dalam perebutan gelar juara Liga Inggris. Steven Gerrard kepleset, membuat peluang Liverpool meraih gelar juara akhirnya sirna.

"Aku merasa berbeda tahun itu. Ada sebuah keyakinan, juga dari perilaku suporter kami, dan segala macam hal lain yang mengindikasikan itulah tahun kami," kata Gerrard seperti dilansir SportingLife.

Di musim 2013/2014, keyakinan itu memang sedemikian membuncah. Kombinasi Luis Suarez-Daniel Sturridge amat mematikan di lini depan -- sampai membuahkan total 51 gol di akhir musim. Brendan Rodgers sukses membuat racikan jempolan, yang membuahkan dua predikat Manager of the Month.

Liverpool mampu bersaing di papan atas dan mampu bertengger di puncak klasemen sedari akhir Maret. Sampai akhirnya malapetaka tiba. Di Anfield, stadion yang jadi rumah Si Merah, di pekan ke-36 Premier League Inggris.

Menghadapi Chelsea, yang ketika itu juga jadi berada di tiga besar, sebuah kesalahan fatal dilakukan Steven Gerrard. Saat bola operan Mamadou Sakho menuju kaki Gerrard di area Liverpool pada injury time, terjadi sesuatu di luar dugaan.



Sang kapten Liverpool, yang juga jadi pilar utama timnya, kehilangan bola lalu kepleset. Demba Ba langsung memanfaatkan momen Gerrard terpeleset dan kemudian bikin gol. Chelsea unggul 1-0.

Ya, setelah gol itu Liverpool sebenarnya memang masih berkesempatan bangkit dan mengejar. Tapi yang menimpa Gerrard boleh jadi memberi pukulan psikologis di sisa waktu. Liverpool tunduk 0-2 di kandang sendiri saat menjamu Chelsea.

Setelah laga lawan Chelsea itu, Liverpool digeser Manchester City ke posisi dua klasemen. Di posisi itu pula Liverpool langgeng berada sampai masa akhir musim tiba. Man City tidak terpeleset dan jadi juara musim 2013/2014.

Padahal dua pekan sebelum melawan Chelsea, Liverpool berhasil menghantam Man City 3-2 di Anfield untuk menebalkan peluang meraih gelar juara sejak kali terakhir melakukannya pada 1989-90 -- sebelum era Premier League.

Ironis, karena setelah menang lawan Man City, di atas lapangan Gerrard mengumpulkan rekan-rekannya di tengah lapangan, lalu berorasi dengan sarat emosi: jangan sampai terpeleset dalam laju menuju takhta juara! Dua pekan berselang, di tanggal 27 April enam tahun silam, ia sendiri yang apes dan kepleset.

"Hey, this does not f****** slip now. This does not f****** slip. Listen, listen, This is gone. We go Norwich. Exactly the same. We go again. Come on!"

[Gambas:Youtube]





Simak Video "Liverpool Pesta Gol di Kandang Aston Villa"
[Gambas:Video 20detik]
(krs/aff)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksepakbola.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com