sepakbola
Follow detikSport Follow Linkedin
Rabu, 29 Apr 2020 01:00 WIB

Kesalahan MU Bikin Morrison Gagal Jadi Pemain 100 Juta Paun

Putra Rusdi K - detikSport
ALDERSHOT, ENGLAND - OCTOBER 25:  Ravel Morrison of Manchester United looks on during the Carling Cup fourth round match between Aldershot Town and Manchester United at the EBB Stadium, Recreation Ground on October 25, 2011 in Aldershot, England.  (Photo by Michael Regan/Getty Images) Rio Ferdinand menyesalkan kegagalan Manchester United mengembangkan bakat besar Ravel Morrison (Foto: Getty Images/Michael Regan)
Manchester -

Rio Ferdinand menyalahkan Manchester United yang gagal mengembangkan bakat besar Ravel Morrison. Ia bisa bernilai 100 juta paun jika kariernya di MU mulus.

Morrison sempat disebut sebagai salah satu pemain muda terbaik yang pernah ditelurkan oleh akademi MU. Ia bersama Paul Pogba, Adnan Januzaj dan Jesse Lingard menjadi bagian dari tim muda Setan Merah yang menjuarai FA Youth Cup pada 2011 lalu.

Sir Alex Ferguson yang saat itu masih menukangi MU bahkan sempat menyebut Morrison sebagai pemain paling berbakat yang pernah dilihatnya. Pemuda asli Manchester ini kemudian digadang-gadang bakal jadi bintang di Old Trafford.

Namun, segala ekspektasi tersebut harus bunyar karena Morrison justru lebih banyak bermasalah di luar lapangan. Hal tersebut dianggap jadi sebab, ia tak pernah mencapai potensi terbaiknya di MU. Morisson kemudian memilih hengkang ke West Ham United pada 2012 silam.

Kegagalan Morisson mengembangkan bakatnya di MU begitu disesalkan oleh Ferdinand. Legenda The Red Devils tersebut yakin jika karier Morrison mulus di MU, pria yang kini berusia 27 tahun ini bisa menjadi pemain seharga 100 juta paun.

Meski begitu, Ferdinand tak sepenuhnya menyalahkan Morrison atas hal ini. Ia merasa MU juga punya andil karena tak bisa memahami Morrison yang tempramental. Pria keturunan Jamaika ini emosinya meluap-luap karena dibesarkan di wilayah pinggiran Manchester yang keras.

Menurut Ferdinand, MU harusnya memilik staf kepelatihan seperti Gavin Rose. Rose merupakan pelatih dari tim amatir Inggris, Dulwich Hamlet FC. Klub ini dikenal dengan gerakannya mendukung kaum-kaum terpinggirkan.

"Saya dulu mengatakan kepadanya untuk datang ke rumah saya. Namun, Sir Alex ingin saya menjauhinya karena merasa klub bisa mengatasi itu," ujar Ferdinand dalam Podcast The Beautiful Games dikutip dari Mirror.

"Jika Gavin berada di Manchester United saat itu, maka saya tidak berpikir Ravel akan diabaikan. Saya rasa Ravel akan menjadi pemain seharga 100 juta paun."

"Sayangnya, tidak ada seseorang seperti itu di United dulu dan bahkan hingga sekarang. Orang yang berasal dari lingkungan yang terpinggirkan. Dengan latar belakang yang hampir sama ini, mereka tentu bisa saling bertukar pikiran," tambahnya.

Morrison sendiri usai meninggalkan MU belum lagi menemukan sinarnya. Ia bahkan sempat berpetualang ke Liga Meksiko dengan membela Atlas dan memperkuat Ostersund di Liga Swedia, Sebelum saat ini berstatus sebagai pemain Sheffield United.



Simak Video "Mourinho Tak Akan Biarkan Kane ke Man United"
[Gambas:Video 20detik]
(pur/rin)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksepakbola.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com