ADVERTISEMENT

Liga Inggris Bisa Setahun Tanpa Penonton di Stadion

Mohammad Resha Pratama - Sepakbola
Selasa, 19 Mei 2020 14:00 WIB
LONDON, ENGLAND - MARCH 14: LONDON, ENGLAND - MARCH 14: A General view of the London Stadium, home of West Ham United as all Premier League matches are postponed until at least April 4th due to the Coronavirus Covid-19 pandemic on March 14, 2020 in London, England.  It has been announced that all football league matches, including the Premier League and Women’s Super League, have been postponed until at least April 4 in response to the threat of coronavirus. This follows UEFAs decision to suspend fixtures in the Champions League and the Europa League, as many top flight players enter self-isolation.  (Photo by Justin Setterfield/Getty Images)
Premier League tanpa penonton selama setahun? (Justin Setterfield/Getty Images)
London -

Bersiaplah para fans Premier League untuk jadi suporter layar kaca setidaknya setahun ke depan. Sebab, kondisi saat ini tidak memungkinkan untuk adanya keramaian di stadion.

Liga Inggris mulai mengizinkan klub-klub berlatih normal di markasnya masing-masing, tapi dengan mengikuti protokol kesehatan yang sangat ketat. Bahkan tidak boleh ada kerumunan banyak orang dan maksimal cuma lima orang.

Itu jadi tahap awal Premier League sebelum nantinya menggulirkan kompetisi yang kemungkinan jatuh pada 12 Juni, jika kondisinya memungkinkan. Nantinya pertandingan akan dihelat tanpa penonton dan bisa saja di 8-10 venue netral agar menekan penyebaran COVID-19.

Kondisi ini tentu menyedihkan karena klub-klub tersebut tidak didukung fans kesayangan saat bertanding di lapangan. Apalagi masih ada beberapa klub seperti Liverpool yang berjuang meraih gelar Premier League, atau klub yang menghindari degradasi.



Hal seperti ini harus bisa dimaklumi oleh fans karena demi kesehatan dan kepentingan bersama. Apalagi kondisi tersebut diprediksi bisa bertahan hingga setahun ke depan sampai vaksin COVID-19 ditemukan dan kondisi benar-benar aman.

"Saya cukup beruntun bisa duduk bersama di kelompok DCMS (Asosiasi kesehatan Inggris) dan mendapat masukan medis yang sangat bagus dari Departemen kesehatan Inggris," ujar penasehat medis Premier League, Dr Mark Gillett, seperti dikutip Sky Sports.

"Mereka sudah menjelaskan secara jelas, kondisi kesehatan publik seperti sekarang tidak akan berubah dalam waktu 6-12 bulan ke depan," sambungnya.

"Terlepas dari waktu pembicaraan kita saat ini atau tahun depan, kita akan melihat adanya banyak perubahan kebiasaan di markas tim dan juga kebiasaan pesepakbola. Penting agar orang-orang memahami itu."



Simak Video "Gol Marcos Alonso Jadi Penyelamat Chelsea dari Kekalahan "
[Gambas:Video 20detik]
(mrp/pur)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT