sepakbola
Follow detikSport Follow Linkedin
Jumat, 29 Mei 2020 05:20 WIB

Liverpool Pantas Juara, tapi Musim Sudah Terlanjur Rusak

Rifqi Ardita Widianto - detikSport
LIVERPOOL, ENGLAND - MAY 07:  Divock Origi of Liverpool (27) celebrates as he scores his teams fourth goal with team mates during the UEFA Champions League Semi Final second leg match between Liverpool and Barcelona at Anfield on May 07, 2019 in Liverpool, England. (Photo by Clive Brunskill/Getty Images) Liverpool berpeluang besar memenangi Liga Inggris musim ini. (Foto: Getty Images/Clive Brunskill)
Jakarta -

Liverpool diakui pantas memenangi Liga Inggris musim ini. Namun sayangnya, mereka tak akan bisa mengakhiri penantian titel dengan ideal.

Liverpool musim ini sudah begitu dekat dengan gelar Premier League pertama dalam sejarah mereka. 'Si Merah' saat ini tengah memimpin 25 poin atas Manchester City di posisi dua dan hanya butuh dua kemenangan lagi untuk mengunci gelar.

Jika berhasil mempertahankan posisi, maka Liverpool bakal memenangi titel Premier League pertama mereka. Ini sekaligus jadi gelar liga pertama anak-anak Merseyside sejak 1990 silam.

Hanya saja, itu tak akan menghapus fakta bahwa musim ini sudah berantakan akibat pandemi virus Corona. Penyerang Watford Troy Deeney menyebut integritas kompetisi sudah hilang.

"Saya percaya bahwa ketika tiba soal urusan integritas musim ini, itu sudah lenyap. Saya turut menyesalkan yang menimpa Liverpool, karena bagaimanapun liga diselesaikan, mereka pantas juara," katanya kepada CNN dan dikutip Metro.

"Mereka pantas mendapatkan trofi. Tapi bagaimanapun liga dituntaskan, meskipun kami memainkan seluruh pertandingan, ini tetaplah tahun yang dirusak oleh pandemi. Ini tak akan jadi tahun di mana Liverpool memenangi liga menjadi tim terbaik dan Anda tahu, sudah 30 tahun mereka tak juara."

"Jadi ya saya menyesalkan ini untuk Liverpool dan para pemain mereka dan Jordan (Henderson - kapten Liverpool), tapi dalam hal integritas, Anda tidak mungkin menyebut ini sebagai kompetisi yang berjalan sukses."

"Ini seperti ikut maraton, sudah menempuh sekitar 32 km, berhenti selama dua bulan, lalu menempuh sisanya dengan sprint dan kemudian mengingat: Ah, betapa itu waktu yang menyenangkan," imbuhnya.



Simak Video "Liverpool Cukur Crystal Palace 4 Gol Tanpa Balas"
[Gambas:Video 20detik]
(raw/rin)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksepakbola.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com