Sering Dikritik, Lovren Cuek Saja

Novitasari Dewi Salusi - Sepakbola
Jumat, 05 Jun 2020 06:00 WIB
LIVERPOOL, ENGLAND - MAY 12: Dejan Lovren of Liverpool acknowledges the fans after the Premier League match between Liverpool FC and Wolverhampton Wanderers at Anfield on May 12, 2019 in Liverpool, United Kingdom. (Photo by Laurence Griffiths/Getty Images)
Dejan Lovren kerap jadi sasaran kritik (Foto: Getty Images/Laurence Griffiths)
Jakarta -

Di sepanjang kariernya, Dejan Lovren kerap jadi sasaran kritik. Namun bek Liverpool itu tak terlalu ambil pusing.

Lovren tak jarang diidentikkan dengan kesalahan di atas lapangan. Blunder bek internasional Kroasia itu lebih sering jadi sorotan.

Yang terakhir, Lovren dianggap sebagai kambing hitam atas kekalahan mengejutkan Liverpool dari Watford dengan skor 0-3 pada Februari lalu. Di laga itu, Lovren diturunkan sebagai starter menyusul cederanya Joe Gomez.

Soal kritik yang sering dialamatkan kepadanya, Lovren cuek. Bagi bek internasional Kroasia itu, kritik yang paling penting adalah dari sang manajer, Juergen Klopp, dan diri sendiri.

"Dengar, ini selalu seperti kehidupan nyata. Kadang positif, kadang negatif. Tapi Anda harus selalu jujur ke diri sendiri," ucap Lovren kepada Sky Sports.

"Anda tahu apa yang dilakukan di belakang layar. Anda mengerjakan semuanya. Tapi di level ini, wajar kalau dikritik."

"Sejujurnya, saya tidak terlalu terganggu. Kalau saya menerima kritik, pertama adalah dari manajer. Tapi kritik terbesar saya adalah diri sendiri."

"Saya bisa melihat ketika saya main bagus atau tidak, sesederhana itu. Saya tidak butuh orang lain untuk memberi tahu. Saya tidak banyak membaca surat kabar atau mendengarkan komentator."

"Begitulah. Ini sepakbola dan kami harus menghadapinya. Beberapa pemain tidak bisa melakukannya dan mereka menyimpannya sendiri, tapi menerima itu penting. Kritik hanya akan membuat saya makin kuat. Itu sudah jadi bagian dari sepakbola dan akan selalu jadi bagian darinya," katanya.



Simak Video "Inggris Tetapkan Ledakan di Luar RS Liverpool Serangan Terorisme"
[Gambas:Video 20detik]
(nds/ran)