sepakbola
Follow detikSport Follow Linkedin
Rabu, 22 Jul 2020 14:50 WIB

Trofi Liga Inggris Penyembuh Luka Lama Gerrard akibat Kepleset

Putra Rusdi K - detikSport
LONDON, ENGLAND - MAY 05:  Steven Gerrard of Liverpool reacts at the final whistle during the FA Cup with Budweiser Final match between Liverpool and Chelsea at Wembley Stadium on May 5, 2012 in London, England.  (Photo by Clive Brunskill/Getty Images) Steven Gerrard begitu lega Liverpool meraih gelar Liga Inggris (Foto: Getty Images/Clive Brunskill)
Liverpool -

Legenda Liverpool Steven Gerrard lega The Reds akhirnya meraih gelar Liga Inggris. Keberhasilan ini menghapus luka di hatinya akibat momen kepleset pada 2014.

Liverpool segera berpesta merayakan gelar juara Liga Inggris. Mereka akan mengangkat trofi Liga Inggris di Anfield seusai laga kontra Chelsea pada pekan ke-37, Kamis (23/7/2020) dini hari WIB.

Si Merah menuntaskan penantian selama 30 tahun. Terakhir kali Liverpool meraih gelar Liga Inggris adalah pada 1989-1990.

Keberhasilan Liverpool mengakhiri puasa gelar Liga Inggris ini begitu melegakan bagi Gerrard. Ia tak lagi dihantui rasa bersalah gagal mempersembahkan trofi Liga Inggris untuk The Reds.

Gerrard yang membela Liverpool pada rentang 1998-2015 hampir saja meraih gelar Liga Inggris pada 2014. Namun, momen dirinya kepleset saat kontra Chelsea turut andil membuat gelar juara melayang dari tangan Liverpool.

Momen menyakitkan tersebut begitu membekas untuk Gerrard. Luka hatinya akibat insiden kepleset itu kini mulai tertutupi dengan keberhasilan Liverpool meraih gelar Liga Inggris musim ini.

"Yang utama dan terpenting, bagi saya ini fantastis untuk mengubur hal buruk. Tidak semuanya, tapi jelas hantu (2014) itu melegakan saya," ujar Gerrard dikutip dari Guardian.

"Sebagai fan dan mantan pemain Liverpool, saya tahu seberapa lama kami harus menunggu. Saya masih menjaga hubungan dengan banyak pemain yang ada di ruang ganti. Banyak dari mereka juga berkeluh kesah kepada saya."

Ini fantastis bagi semua orang yang punya hubungan dengan klub. Namun, perasaan saya campur aduk karena pengalaman yang saya miliki."

"Saya sendiri menjadi suporter dan mantan pemain dengan banyak keluarga saya juga fan Liverpool. Jujur, saya masih mengikuti semua pertandingan Liverpool di televisi dan melihat semua emosi yang ada di sana," ungkap pria manajer Rangers tersebut.



Simak Video "Apes Betul Chelsea! Kartu Merah, Blunder, Penalti Gagal"
[Gambas:Video 20detik]
(pur/krs)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksepakbola.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com