sepakbola
Follow detikSport Follow Linkedin
Senin, 03 Agu 2020 11:20 WIB

Duh... Pertahananmu Itu, Chelsea

Novitasari Dewi Salusi - detikSport
LONDON, ENGLAND - AUGUST 01: Pierre-Emerick Aubameyang of Arsenal scores his sides second goal during the Heads Up FA Cup Final match between Arsenal and Chelsea at Wembley Stadium on August 01, 2020 in London, England. Football Stadiums around Europe remain empty due to the Coronavirus Pandemic as Government social distancing laws prohibit fans inside venues resulting in all fixtures being played behind closed doors. (Photo by Adam Davy/Pool via Getty Images) Frank Lampard menyoroti performa pertahanan Chelsea di musim ini (Foto: Adam Davy/Pool via Getty Images)
London -

Frank Lampard menyoroti performa pertahanan Chelsea musim ini. Perbaikan lini belakang jadi perhatian utama Lampard usai musim perdananya bersama The Blues.

Kekalahan dari Arsenal di final Piala FA jadi salah satu gambaran rapuhnya pertahanan Chelsea. Lini belakang Chelsea gagal mengantisipasi umpan panjang Arsenal hingga berujung pelanggaran Cesar Azpilicueta kepada Pierre-Emerick Aubameyang di kotak penalti.

Di Premier League 2019/2020, Chelsea kebobolan 54 gol dalam 38 pertandingan. Mereka jadi tim dengan pertahanan terburuk tak cuma di empat besar tapi hingga 10 besar.

Secara keseluruhan, Chelsea kemasukan 75 gol di semua kompetisi. Catatan tersebut belum termasuk pertandingan melawan Bayern Munich di leg kedua babak 16 besar Liga Champions.

Lampard pun menargetkan perbaikan di lini belakang Chelsea. Dia kemudian mengambil contoh Liverpool dan Manchester City yang kini melesat setelah memperbaiki pertahanannya.

"Statistik tidak berbohong. Kami mencoba bermain dengan cara tertentu. Saya tahu tim yang sekarang di puncak, Liverpool dan Manchester City, pernah melewati periode yang sama --saya tidak bilang kami akan sampai ke level mereka-- di awal ketika manajer baru datang klub kebobolan terlalu banyak," ujar Lampard seperti dilansir Mirror.

Di musim perdananya bersama Klopp, Liverpool kebobolan 50 gol di Premier League. Berikutnya, The Reds kemasukan 42 gol, 38 gol, dan 22 gol. Sementara City kebobolan 39 gol di Premier League pada musim pertama Guardiola dan catatan itu membaik jadi 27 gol dan 23 gol di dua musim berikutnya.

"Bagi saya ini adalah proses. Saya tidak bisa mengesampingkannya, kami harus bertahan sebagai tim. Tapi beberapa kesalahan individu yang kami buat, kesalahan individu yang jelas, beberapa di final, yang membuat kami kebobolan tidak akan terjadi kalau Anda terus maju," lanjut Lampard.

"Ada area yang perlu diperbaiki dalam hal pertahanan dan tentu kami harus berbenah. Kami harus bekerja sebagai tim untuk memperbaikinya. Itu jelas. Kami tidak sembunyi dari itu," katanya.



Simak Video "Jelang Semifinal Piala FA, Lampard Tuding MU Diuntungkan VAR"
[Gambas:Video 20detik]
(nds/krs)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksepakbola.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com