Gary Neville: MU Butuh Bek, Bukan Sancho

Novitasari Dewi Salusi - Sepakbola
Minggu, 20 Sep 2020 12:11 WIB
MANCHESTER, ENGLAND - SEPTEMBER 19: Jordan Ayew of Crystal Palace shoots before Victor Lindelof of Manchester United then commits a handball which leads to Crystal Palace being awarded a penalty following a VAR review during the Premier League match between Manchester United and Crystal Palace at Old Trafford on September 19, 2020 in Manchester, England. (Photo by Shaun Botterill/Getty Images)
Manchester United dikalahkan Crystal Palace, performa lini pertahanan jadi sorotan (Foto: Getty Images/Shaun Botterill)
Manchester -

Kekalahan dari Crystal Palace dinilai Gary Neville menunjukkan kelemahan pertahanan Manchester United. Dengan bek yang ada, MU disebut tak akan bisa juara liga.

Laga MU vs Palace di pekan kedua Premier League berakhir kekalahan untuk tuan rumah. Dalam pertandingan di Old Trafford, Sabtu (19/9/2020 malam WIB, Setan Merah kalah dengan skor 1-3.

Cuplikan dari pertandingan MU vs Palace bisa disaksikan di Mola TV lewat tautan ini.

Gary Neville menyoroti duet Victor Lindelof dan Harry Maguire di jantung pertahanan MU. Menurut Neville, duet Maguire dan Lindelof di lini belakang tak akan mampu membawa MU jadi juara Premier League.

Karena itu, Neville menyebut MU lebih butuh bek baru ketimbang Jadon Sancho. Sampai bursa transfer tinggal menyisakan dua pekan lagi, Donny van de Beek masih jadi satu-satunya rekrutan MU.

"Akan ada tekanan besar setelah ini," ujar Gary Neville di Sky Sports.

"Kita bisa bicara soal Jadon Sancho sesuka kita, tapi sampai Manchester United dapat bek tengah yang bisa lari dan bertahan satu lawan satu, mereka tidak akan pernah juara liga. Mereka tidak akan pernah juara Premier League dengan dua bek tengah itu."

"Mereka harus mendapat bek tengah yang gesit, dominan, di samping Lindelof atau Maguire."

Performa Victor Lindelof secara khusus jadi sorotan. Di situs Whoscored, penampilan bek asal Swedia itu di pertandingan melawan Palace cuma dapat nilai 5,8.

Lindelof tak bisa menghentikan Jeffrey Schlupp sehingga pemain asal Jerman itu bisa mengirim umpan yang berujung gol Andros Townsend. Lindelof kemudian juga melakukan handball yang membuat MU dihukum penalti. Yang terakhir, dia kalah berduel dengan Wilfried Zaha di gol ketiga Palace.

"Satu area yang perlu diperkuat Man United adalah bek tengah. Tapi harus yang cepat, seseorang yang bisa bertahan satu lawan satu," ucap Neville.

"Kalau Anda lihat ke duet bek tengah terbaik selama bertahun-tahun, mereka selalu punya yang cepat. Old Trafford adalah lapangan besar dan secara khusus jika fullback maju ke depan, maka Anda akan meninggallkan bek tengah dalam situasi satu lawan satu," lanjut mantan kapten MU itu.

"Selama bertahun-tahun, duet bek tengah terbaik Man United selalu punya satu yang sangat cepat --apakah itu Jaap Stam atau Rio Ferdinand atau Gary Pallister-- yang punya kecepatan untuk meredam bahaya. Lindelof dan Maguire tidak punya itu," katanya.

Kekalahan dari Palace membuat MU terpuruk di peringkat ke-16 klasemen Liga Inggris. Tim arahan Ole Gunnar Solskjaer itu belum mendapatkan poin.

(nds/bay)