Simpati Mourinho untuk Solskjaer

Rifqi Ardita Widianto - Sepakbola
Senin, 05 Okt 2020 12:24 WIB
MANCHESTER, ENGLAND - OCTOBER 04: Jose Mourinho, Manager of Tottenham Hotspur and assistant Joao Sacramento shake hands with Ole Gunnar Solskjaer, Manager of Manchester United  during the Premier League match between Manchester United and Tottenham Hotspur at Old Trafford on October 04, 2020 in Manchester, England. Sporting stadiums around the UK remain under strict restrictions due to the Coronavirus Pandemic as Government social distancing laws prohibit fans inside venues resulting in games being played behind closed doors. (Photo by Carl Recine - Pool/Getty Images)
Jose Mourinho dan Ole Gunnar Solksjaer kala bersua di Old Trafford. (Foto: Getty Images/Pool)
Jakarta -

Jose Mourinho mengungkapkan simpatinya untuk Manajer Manchester United Ole Gunnar Solskjaer, usai kekalahan 1-6 dari Tottenham Hotspur asuhannya.

Tottenham Hotspur besutan Mourinho sukses menghajar Manchester United 6-1 di Old Trafford, Minggu (4/10/2020) malam WIB dalam lanjutan Liga Inggris. Cuplikan laga tersebut bisa disaksikan di Mola TV melalui link berikut ini.

Unggul lebih dulu berkat penalti Bruno Fernandes, MU pada prosesnya digelontor enam gol oleh Tottenham. Son Heung-min dan Harry Kane masing-masing bikin dua gol, lalu dua gol lainnya dicetak oleh Tanguy Ndombele dan Serge Aurier.

Kartu merah Anthony Martial di menit ke-28 memudahkan Tottenham mengendalikan pertandingan. Tapi MU turut membantunya dengan serangkaian kesalahan.

Kekalahan dari Tottenham menandai start buruk MU di Liga Inggris musim ini. Sudah dua kekalahan ditelan dari tiga pertandingan, dengan sebelumnya takluk dari Crystal Palace.

Jose Mourinho pun mengungkapkan simpatinya untuk Solskjaer. Padahal keduanya sebelum pertandingan sempat beradu komentar terkait ukuran gawang dan kotak penalti.

"Saya bersimpati untuk Ole karena hasil ini. Saya tak ingat saya pernah kalah dengan kemasukan enam gol, tapi saya sudah pernah kalah lima gol dan empat gol, saya tahu bagaimana sakitnya," kata Mourinho dilansir Metro.

"Saya tahu bahwa sangat-sangat penting seorang manajer yang menang menunjukkan sikap tertentu, di mana dia menunjukkan simpati. Tentu saja saya ingin menang dan tentu saja saya maunya menang dengan tujuh gol, bukan enam gol, jangan salah ya."

"Tapi simpati ada dalam sikap kami. Hari ini dia, besok mungkin saya, dan tentu saja saya merasakan simpati untuknya. Saya bisa membayangkan bahwa malam ini dia tak bisa tidur dengan terlalu nyenyak, tapi inilah kerasnya hidup buat kami."

"Tapi ketika saya melihat ke timnya, ada evolusi. Bukannya dia datang ke sini dan timnya tidak berkembang sama sekali. Timnya berkembang, mereka punya pemain-pemain yang bagus, dia membeli banyak pemain muda, mereka membeli pemain-pemain yang sangat bagus," imbuhnya.

(raw/krs)