Dihajar Aston Villa, Liverpool Tampil Seburuk-buruknya

Rifqi Ardita Widianto - Sepakbola
Senin, 05 Okt 2020 18:25 WIB
Liverpool players react after Aston Villas Ollie Watkins scores his sides fourth goal during the English Premier League soccer match between Aston Villa and Liverpool at the Villa Park stadium in Birmingham, England, Sunday, Oct. 4, 2020. (Peter Powell/Pool via AP)
Liverpool dihajar Aston Villa 2-7 di Villa Park. (Foto: AP/Peter Powell)
Jakarta -

Liverpool disebut tak tampil sesuai levelnya kala melawat ke Aston Villa. Performa tim besutan Juergen Klopp disorot tajam oleh bekas beknya, Jamie Carragher.

Liverpool takluk 2-7 saat melawat ke Villa Park, Senin (5/10/2020) dini hari WIB. Cuplikan pertandingan tersebut bisa disaksikan di Mola TV melalui link berikut ini.

Tuan rumah sudah memimpin 4-1 di babak pertama lewat hat-trick Ollie Watkins dan gol John McGinn. Liverpool membalas sekali melalui Mohamed Salah.

Villa menambah tiga gol lagi di paruh kedua melalui dua gol Jack Grealish dan satu gol Ross Barkley. Liverpool lagi-lagi cuma mampu membalas satu gol melalui Salah.

Tiga gol yang bersarang di gawang Liverpool adalah buah dari tendangan yang terdefleksi. Tapi selain itu, ada hal lain yang amat disoroti.

Eks bek Liverpool Jamie Carragher menilai para pemain Liverpool tak pernah siap untuk mundur dan mengejar pemain yang lolos dari jebakan offside. Ini jadi persoalan yang menurutnya harus diatasi mengingat mereka bermain dengan garis pertahanan tinggi.

"Saya hampir tertawa di akhir pertandingan, saya tak bisa percaya dengan apa yang saya lihat. Anda tak bisa mengaitkan hasil ini dengan tim Liverpool yang ini," kata analis Sky Sports itu seperti dikutip Metro.

"Ini adalah hasil dan performa yang mengejutkan, jelas yang terburuk di bawah Juergen Klopp, tidak diragukan lagi. Sudah menjadi bukti di awal laga bahwa Liverpool tidak memulai pertandingan ini dengan baik, bahkan di beberapa menit pertama tampak seperti ada bahaya buat mereka."

"Buat saya, meskipun Liverpool punya catatan pertahanan yang bagus, saya tak suka dan tak setuju dengan cara mereka mencoba menjebak lawan dengan offside. Saya tak menyukainya sebagai bek, saya sudah pernah mengalaminya sendiri."

"Tim ini bermain dengan garis pertahanan sangat tinggi dan hampir mengorbankan satu peluang besar per laga dengan lawan lolos menghadapi gawang. Tapi mereka melihat keuntungan dari memenangi bola di area lawan, mereka bermain dan menekan sangat tinggi, tapi ketika seseorang mengatasi tekanan di area tengah, Anda harus siap untuk mundur," sambungnya.

(raw/krs)