sepakbola
Follow detikSport Follow Linkedin
Kamis, 15 Okt 2020 13:45 WIB

Oezil Enggak Disukai Para Pemain Arsenal?

Afif Farhan - detikSport
LONDON, ENGLAND - OCTOBER 22:  Mesut Ozil of Arsenal celebrates after he scores his sides first goal during the Premier League match between Arsenal FC and Leicester City at Emirates Stadium on October 22, 2018 in London, United Kingdom.  (Photo by Clive Rose/Getty Images) Oezil Enggak Disukai Para Pemain Arsenal? (Getty Images/Clive Rose)
London -

Nasib Mesut Oezil di Arsenal begitu suram. Sudah jarang banget diturunkan, kemudian tersiar kabar juga kalau para pemain The Gunners lainnya tak menyukainya.

Terakhir kali Mesut Oezil dimainkan adalah pada bulan Maret 2020 kemarin. Setelahnya, dirinya tak masuk skuad utama Arsenal malah juga tidak berada di bangku cadangan.

Di Liga Inggris musim 2020/2021 ini pun pemain asal Jerman tersebut tak pernah masuk dalam skuad. Di ajang Liga Europa, namanya juga tak dimasukkan dalam daftar.

WATFORD, ENGLAND - SEPTEMBER 15:  Mesut Ozil of Arsenal arrives prior to the Premier League match between Watford FC and Arsenal FC at Vicarage Road on September 15, 2019 in Watford, United Kingdom. (Photo by Julian Finney/Getty Images)Mesut Oezil tak dipakai lagi jasanya oleh Arsenal (Getty Images/Julian Finney)

Dilansir dari Mirror, Mesut Oezil masih dapat banyak pundi-pundi uang walau tidak bermain. Gaji Oezil di Arsenal selama sepekan adalah sebesar 350 ribu paun atau sekitar Rp 6,7 miliar!

Baru-baru ini Oezil juga kecipratan bonus dari Arsenal. Suatu bonus bernama bonus loyalitas, karena dirinya enggan pindah di bursa transfer musim panas kemarin.

Bonus loyalitas itu besarannya 8 juta pound atau setara Rp 153 miliar.

Mesut Oezil dibeli Arsenal dari Real Madrid pada 2 September tahun 2013 silam. Gelandang asal Jerman itu ditebus seharga 42 juta paun atau setara Rp 824 miliar.

Begitu tiba, Oezil langsung jadi pusat perhatian. Kreativitasnya di lini tengah dan umpan-umpannya yang memanjakan begitu apik dilihat.

Empat Piala FA dan dua kali Community Shield pernah diraihnya. Tapi sayangnya, beberapa musim terakhir Oezil sudah terpinggirkan puncaknya di musim lalu. Dimulai pada akhir masa jabatan manajer Arsenal sebelum Mikel Arteta, Unai Emery.

Toh di masa kepelatihan Mikel Arteta, Oezil juga makin terpinggirkan.

Unai Emery suatu waktu pernah ditanya soal penampilan Mesut Oezil. Katanya, Oezil harus berani menerima kritikan.

"Saya sering berbincang dengan Oezil. Saya berpesan kepadanya untuk bisa menerima kritikan dan mengembangkan diri dan sikapnya," terang Emery.

Emery juga pernah bilang, kalau dirinya ingin sekali membantu Oezil untuk kembali menjadikannya sebagai pemain hebat. Malah, dia sudah beberapa kali memberikan jabatan kapten.

"Dia bisa saja jadi kapten terus, tapi 'ruang ganti' tidak menginginkannya. Kapten adalah seseorang yang harus membela klub, manajer, dan rekan satu tim," tegasnya.

Soccer Football - Premier League - Cardiff City v Arsenal - Cardiff City Stadium, Cardiff, Britain - September 2, 2018  Arsenal manager Unai Emery shakes the hand of Mesut Ozil                      REUTERS/Rebecca Naden  EDITORIAL USE ONLY. No use with unauthorized audio, video, data, fixture lists, club/league logos or Mesut Oezil dan Unai Emery (Rebecca Naden/Reuters)

Potongan wawancara itu kembali jadi perbincangan. Bisa jadi, Oezil performanya sudah turun di lapangan, tak mendapat kepercayaan dari manajer, dan ditambah tak disukai rekan-rekan setimnya.

Jadilah Mesut Oezil makin 'masuk ke dalam gua'.

(aff/krs)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksepakbola.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com