sepakbola
Follow detikSport Follow Linkedin
Senin, 26 Okt 2020 17:47 WIB

Mungkin Arsenal Sudah 'Kehilangan' Mesut Oezil Sejak Momen Ini

Kris Fathoni W - detikSport
LONDON, ENGLAND - JANUARY 01: Mikel Arteta, Manager of Arsenal embraces Mesut Ozil of Arsenal after the Premier League match between Arsenal FC and Manchester United at Emirates Stadium on January 01, 2020 in London, United Kingdom. (Photo by Julian Finney/Getty Images) Mungkin Arsenal Sudah 'Kehilangan' Mesut Oezil Sejak Momen Ini. (Foto: Getty Images/Julian Finney)
Jakarta -

Menurut Martin Keown, pundit yang juga mantan pesepakbola, ada satu momen saat Arsenal sudah 'kehilangan' Mesut Oezil sebagai seorang pemain andalan. Itu terjadi pada Januari 2018.

Oezil sedang ditepikan dari skuad Arsenal dan belum kembali memainkan sepakbola kompetitif sejak bulan Maret. Saat ini pemain asal Jerman itu tak masuk skuad the Gunners di Premier League maupun Liga Europa, walaupun punya gaji paling tinggi di skuad.

Keown, yang pernah jadi pilar lini belakang tim Gudang Peluru, punya teori sendiri atas situasi Mesut Oezil saat ini. Si pesepakbola disebutnya memang sudah tak lagi sama semenjak teken kontrak baru pada Januari 2018.

Pada saat itu, Mesut Oezil menandatangani kontrak yang membuatnya digaji 350 ribu paun per pekan di Arsenal. Pada saat yang sama, Arsenal harus melepas Alexis Sanchez bergabung ke Manchester United.

"Saat itu Ivan Gazidis adalah chief executive-nya, Arsene Wenger menginginkannya untuk teken kontrak," kata Keown kepada Stadium Astro yang dikutip Metro.

"Tapi ia tak tahu seberapa besar uang yang terlibat. Saya pikir klub merasa sedang menghadapi dilema. Mereka melihat dokumennya, mereka membiarkan Sanchez pergi begitu saja dan tak mau Oezil melakukan hal serupa. Itu tujuan awalnya."

"Melihat kembali situasi itu, mungkin lebih baik jika mereka kehilangan kedua pemain tersebut. Karena mungkin saat itu kita sudah kehilangan sebagian dari sosok Oezil. Saya percaya ia bukan lagi pemain yang sama semenjak itu," ucap Martin Keown.

Keown juga tampak mendukung penuh keputusan Mikel Arteta untuk mencoret Mesut Oezil dari skuad Arsenal. Si pesepakbola dinilainya memang tak memenuhi standar yang diperlukan untuk bisa kembali jadi pilihan.

"Saya pikir Arteta adalah sosok yang jujur. Seandainya ia (Oezil) memang sudah bekerja cukup keras dan memperlihatkan dirinya layak masuk tim, kenapa ia tak masuk tim?" ucapnya.

"Anda bisa melihat ia (Arteta) menginginkan kreativitas lebih besar (dalam tim) tapi kini ia mencari hal berbeda. Ia lebih menginginkan tingkat fisik, ia pun merekrut pemain seperti Gabriel dan Partey. Mereka-lah masa depannya, ia tak mau berpaling ke Oezil. Mengingat besarnya uang yang mereka bayarkan kepadanya, itu memperlihatkan sebuah niat besar, tapi kini mereka ingin sesuatu yang lain, mereka ingin maju ke masa depan. Sepertinya Oezil takkan menjadi bagian dari hal itu."

"Anda harus bekerja keras. Ada cara kerja tertentu di klub sepakbola. Jelas bahwa ia (Oezil) tidak melakukan hal tersebut," katanya.

Martin Keown juga percaya bahwa ditepikannya Oezil bukanlah atas alasan politis. "Ini bukanlah sebuah gerakan politis dari klub sepakbola, mereka tahu bahwa pekerjaannya memang tak oke. Ia tak memperlihatkan etos kerja yang tepat, ia tak memperlihatkan minat, mereka tak mau hal macam itu di depan para pemain muda."

"Ini adalah mengenai membangun masa depan. Tak ada urusan seberapa besar mereka menggajinya, ini lebih kepada apa yang ia lakukan di lapangan latihan. Arteta pun sudah memberinya kesempatan di awal. Kini kelihatannya ia takkan ada di sana (pada masa depan). Semakin cepat itu terjadi, akan semakin baik. Menurut saya, menyakitkan buat semua pihak yang terkait dengan klub sepakbola itu jika terus saja ada pembicaraan mengenai seorang pemain yang tidak diinginkan oleh manajernya," ucap Martin Keown soal situasi Mesut Oezil di Arsenal saat ini.

(krs/cas)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksepakbola.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com