Deschamps: Pogba Tak Bahagia di MU

Putra Rusdi K - Sepakbola
Selasa, 10 Nov 2020 07:20 WIB
MANCHESTER, ENGLAND - OCTOBER 24: Paul Pogba of Manchester United looks on during the Premier League match between Manchester United and Chelsea at Old Trafford on October 24, 2020 in Manchester, England. Sporting stadiums around the UK remain under strict restrictions due to the Coronavirus Pandemic as Government social distancing laws prohibit fans inside venues resulting in games being played behind closed doors. (Photo by Michael Regan/Getty Images)
Didier Dechamps mengatakan bahwa Paul Pogba tak bahagia di MU (Foto: Getty Images/Michael Regan)
Paris -

Didier Deschamps mengungkapkan bahwa Paul Pogba saat ini tak bahagia di Manchester United. Namun, ia yakin hal itu tak akan terbawa ke timnas Prancis.

Pelatih timnas Prancis Deschamps memanggil Pogba untuk laga menghadapi Finlandia di ajang ujicoba serta melawan Portugal (14/11) dan (17/11) di laga UEFA Nations League. Ia tetap percaya kepada Pogba meski pemain 27 tahun dinilai tampil tak optimal bersama MU.

Pogba musim ini telah tampil dalam 11 laga bersama Setan Merah dengan torehan satu gol dan dua assist. Namun dari 11 penampilan tersebut, mantan pemain Juventus ini hanya lima kali menjadi starter.

Deschamps menilai bahwa Pogba gagal tampil apik di MU tak lepas karena dirinya sempat dibekap cedera dan positif COVID-19. Mantan pemain Juventus ini masih butuh waktu untuk menemukan kembali permainan terbaiknya.

Pelatih yang membawa Prancis juara Piala Dunia 2016 ini juga mengungkapkan bahwa Pogba tak bahagia akibat situasi sulit yang harus dihadapinya di MU ini. Meski begitu, Deschamps yakin hal tersebut tak akan terbawa ke timnas Prancis.

"Dia berada dalam situasi dengan klubnya yang membuanya tak bahagia. Ini karena menit bermain dan posisinya," kata Deschamps dikutip dari BBC.

"Dia tidak dalam periode terbaiknya. Dia mengalami serangkaian cedera dan Covid-19 yang memukulnya cukup keras. Dia perlu menemukan ritme permainannya."

"Bersama saya, hal seperti itu tak perlu dikhawatirkan untuk terjadi. Ketika seorang pemain merasa tidak nyaman di klubnya, jelas dia senang bermain untuk Prancis."

"Dia akan memberi tahu saya tentang perasaannya karena saya sangat mengenalnya. Itu akan membuatnya menuju ke arah yang positif," ungkapnya.



Simak Video "Mbappe Gagal Eksekusi Penalti, Prancis Kalah dari Swiss"
[Gambas:Video 20detik]
(pur/raw)