sepakbola
Follow detikSport Follow Linkedin
Kamis, 03 Des 2020 19:10 WIB

Hai Rashford dan Martial, Dikritik Paul Scholes Tuh

Afif Farhan - detikSport
MANCHESTER, ENGLAND - AUGUST 11: Anthony Martial of Manchester United celebrates with teammate Marcus Rashford after scoring his teams second goal during the Premier League match between Manchester United and Chelsea FC at Old Trafford on August 11, 2019 in Manchester, United Kingdom. (Photo by Julian Finney/Getty Images) Paul Scholes Heran Sama Rashford dan Martial (Julian Finney/Getty Images)
Manchester -

Paul Scholes, eks pemain Manchester United ini lagi heran sama Marcus Rashford dan Anthony Martial. Mereka berdua nggak pernah belajar jadi striker tengah ya?

Bagi Paul Scholes, penampilan Marcus Rashford dan Anthony Martial cukup oke sebagai penyerang sayap. Tapi belum memuaskan, untuk berperan sebagai strikker nomor 9 alias striker tengah.

"Padahal, Zlatan Ibrahimovic pernah bermain di sana. Ibrahimovic adalah striker tengah yang hebat, apa mereka berdua tidak belajar kepadanya ya?" ujar Scholes seperti dilansir dari BT Sport.

"Mereka berdua harus bisa berkembang sebagai striker nomor 9," tegas Scholes.

Soccer Football - Premier League - Manchester United v Brighton & Hove Albion - Old Trafford, Manchester, Britain - November 10, 2019  Manchester United's Marcus Rashford celebrates scoring their third goal with Anthony Martial                  REUTERS/Andrew Yates  EDITORIAL USE ONLY. No use with unauthorized audio, video, data, fixture lists, club/league logos or Marcus Rashford dan Anthony Martial (REUTERS/Andrew Yates)

Marcus Rashford dan Anthony Martial, keduanya masih muda. Rashford masih berusia 23 tahun dan Martial berusia 24 tahun.

Nah menurut Paul Scholes, kedua pemain tersebut harus bisa belajar memainkan posisi baru. Supaya, Manchester United bisa menerapkan lebih banyak taktik.

"Mereka berdua begitu berbahaya di sayap, tapi apa tidak pernah belajar menjadi pemain tengah," sembur Scholes.

"Sekarang ada Edinson Cavanni, saya harap Mason Greenwood bisa belajar darinya," tambah Scholes yang pernah mempersembahkan 11 titel Premier League buat Setan Merah.

Edinson Cavani merupakan rekrutan teranyar Manchester United. Cavani yang merupakan seorang striker tengah ini, sudah bisa mencuri panggung dengan mencetak tiga gol dari lima laga di Liga Inggris sejauh ini.

Maka seperti pesan Paul Scholes, pemain-pemain hebat seperti Edinson Cavani harus dimanfaatkan pemain-pemain muda Manchester United untuk belajar darinya.

LIVERPOOL, ENGLAND - NOVEMBER 07: Edinson Cavani of Manchester United celebrates after scoring his team's third goal during the Premier League match between Everton and Manchester United at Goodison Park on November 07, 2020 in Liverpool, England. Sporting stadiums around the UK remain under strict restrictions due to the Coronavirus Pandemic as Government social distancing laws prohibit fans inside venues resulting in games being played behind closed doors. (Photo by Clive Brunskill/Getty Images)Edinson Cavani (Getty Images/Clive Brunskill)
(aff/rin)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksepakbola.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com