Pesan Arteta: Aubameyang Jangan Overthinking

Yanu Arifin - Sepakbola
Minggu, 13 Des 2020 12:05 WIB
LONDON, ENGLAND - NOVEMBER 29: Pierre-Emerick Aubameyang of Arsenal looks on during the Premier League match between Arsenal and Wolverhampton Wanderers at Emirates Stadium on November 29, 2020 in London, England. Sporting stadiums around the UK remain under strict restrictions due to the Coronavirus Pandemic as Government social distancing laws prohibit fans inside venues resulting in games being played behind closed doors. (Photo by Julian Finney/Getty Images)
Pierre-Emerick Aubameyang. (Foto: Julian Finney/Getty Images)
London -

Pierre-Emerick Aubameyang sedang seret gol di Arsenal musim ini. Manajer Mikel Arteta memintanya jangan banyak memikirkannya.

Aubameyang sedang melewati fase-fase sulit bikin gol di Arsenal. Setelah tiga musim sebelumnya bisa bikin dua digit gol-termasuk musim lalu bisa membuat 29 gol, statistik itu sejauh ini belum terlihat.

Penyerang Gabon itu baru bikin 4 gol dari 13 penampilannya musim ini. Di Liga Inggris, ia bahkan baru dua kali menjebol gawang lawan, dengan terakhir ia lesakkan di bulan November.

Dengan seretnya gol Aubameyang, Arsenal pun kesulitan menjebol gawang lawan. Kini, The Gunners menjadi tim ketiga yang paling sedikit bikin gol, setelah Sheffield United dan Burnley (5 gol).

Hasilnya, Arsenal kini masih tertahan di papan bawah. Meriam London kini berada di peringkat 15 klasemen Liga Inggris, dengan baru mengumpulkan 13 poin dari 11 laga.

Jelang pertandingan melawan Burnley di pekan ke-12 Liga Inggris, Arteta meminta Aubameyang jangan banyak kepikiran soal paceklik golnya. Striker 31 tahun itu diminta

"Terkadang ini soal bagaimana anda berpikir dan untuk striker murni, seperti Auba, caranya juga akan alamiah," kata Arteta, seperti dilansir Sky Sports.

"Dia tak usah memikirkannya. Aksi dia ada di lapangan, dan dia bisa membuat pilihan di saat yang tepat, dengan kaki kanan dan memainkan bola ke tempat yang seharusnya."

"Kadang-kadang, ketika berada di situasi semacam ini, Anda biasanya terlalu banyak berpikir. Jadi, Anda harus membiarkannya pergi, karena itu sesuatu yang telah dia lakukan sepanjang kariernya. Tidak ada yang harus kami ajarkan padanya, untuk melakukan sesuatu yang berbeda dari apa yang telah dilakukannya," kata sang manajer.

(yna/mrp)