Thierry Henry Saja Sampai Tidak Mau Menonton Arsenal

Afif Farhan - Sepakbola
Senin, 14 Des 2020 12:25 WIB
MONACO - NOVEMBER 06:  Thierry Henry, Manager of Monaco looks on during the Group A match of the UEFA Champions League between AS Monaco and Club Brugge at Stade Louis II on November 6, 2018 in Monaco, Monaco.  (Photo by Michael Steele/Getty Images)
Thierry Henry Saja Sampai Tidak Mau Menonton Arsenal (Michael Steele/Getty Images)
London -

Arsenal lagi buruk di Liga Inggris. Sampai-sampai sang legenda, Thierry Henry saja sampai tidak mau menonton pertandingannya.

Arsenal masih tersendat di papan bawah Klasemen Liga Inggris sementara. The Gunners baru mengoleksi 13 poin, hasil dari empat kali menang, sekali seri, dan tujuh kali kalah.

Teranyar, Arsenal dikalahkan Burnley di kandang sendiri pada Senin (14/12/2020) dini hari WIB. Arsenal kalah 0-1 yang mana satu-satunya gol Burnley tercipta berkat gol bunuh diri Pierre-Emerick Aubameyang. Tak cuma kalah, Arsenal juga harus mengakhiri laga dengan 10 orang. Granit Xhaka mendapat kartu merah pada menit ke-58 karena mencekik leher Ashley Westwood.

Arsenal juga mengulangi rekor buruk pada tahun 1959. Rekor itu yakni empat kali kalah beruntun di kandang!

Pasukannya Mikel Arteta sudah dikalahkan Burnley (0-1), Wolves (1-2), Aston Villa (0-3), dan Leicester City (0-1). Emirates Stadium sungguh 'bersahabat' untuk tim lawan.

Dilansir dari Sky Sports, pundit sepakbola yang juga mantan pemain Manchester United, Patrice Evra punya cerita menarik. Soal Thierry Henry yang tidak mau menonton Arsenal bertanding selama masih gelandang Granit Xhaka masih bermain.

"Suatu hari Henry mengundang saya ke rumahnya. Dia mengajak saya menonton Arsenal, tapi begitu melihat Granit Xhaka, dia tidak jadi menontonnya," ungkap Evra yang juga merupakan teman Henry di Timnas Prancis.

"Akhirnya kami tidak jadi menonton Arsenal dan mengobrol banyak hal," tambah Evra.

Baca juga: Duh, Arsenal

Menurut Patrice Evra, Thierry Henry terus menyaksikan Arsenal bertanding dan mengkritik beberapa pemain yang dirasa sudah tidak layak. Tak cuma Granit Xhaka saja yang jadi sasarannya.

"Dia juga mengkritik beberapa pemain lain seperti Granit Xhaka. Ketika legenda klub bersuara, tentu itu memberitahukan segalanya," imbuh Evra.

Granit Xhaka sendiri sudah memperkuat Arsenal sejak tahun 2016. Tapi ada satu momen kala pemain asal Swiss itu pernah menjadi bulan-bulanan di Arsenal. Kala itu posisi manajer masih dijabat oleh Unai Emery.

Xhaka dicemooh oleh pendukung Arsenal di kandang sendiri. Xhaka terpancing, melakukan gestur yang juga mencaci fans Arsenal sampai membuang jersey-nya. Sehingga, ban kapten dicopot dari lengannya.

LONDON, ENGLAND - JULY 26:  Granit Xhaka of Arsenal signals during the Premier League match between Arsenal FC and Watford FC at Emirates Stadium on July 26, 2020 in London, England. Football Stadiums around Europe remain empty due to the Coronavirus Pandemic as Government social distancing laws prohibit fans inside venues resulting in all fixtures being played behind closed doors. (Photo by Rui Vieira/Pool via Getty Images)Momen Granit Xhaka yang jadi bulan-bulanan di Arsenal (Getty Images/Pool)

Sejak masanya Thierry Henry, Arsenal memang belum lagi terlihat sebagai tim juara. Arsenal terus kesulitan menemukan bentuk permainan terbaik dan belum ada lagi sosok yang jadi panutan di lapangan.

(aff/krs)