Edinson Cavani Didakwa FA atas Rasisme di Instagram

Rifqi Ardita Widianto - Sepakbola
Kamis, 17 Des 2020 19:45 WIB
Manchester Uniteds Edinson Cavani warms up ahead of the Champions League Group H soccer match between Manchester United and Istanbul Basaksehir at Old Trafford in Manchester, England, Tuesday, Nov. 24, 2020. (AP Photo/Dave Thompson)
Edinson Cavani didakwa FA atas rasisme. (Foto: AP/Dave Thompson)
Jakarta -

Edinson Cavani didakwa FA atas unggahan bernada rasialis di Instagram bulan lalu. Penyerang Manchester United itu diberikan waktu untuk merespons.

Edinson Cavani menjadi pahlawan kemenangan kala MU menang 3-2 atas Southampton pada 29 November. Ucapan selamat pun membanjiri akun instagram pemain asal Uruguay itu, beberapa dibalas serta diunggah kembali di Instastory.

Sialnya, salah satu balasan ke pendukung dinilai mengandung muatan rasisme. Cavani menyapa sang penggemar dengan sebutan Negrito, hingga memicu polemik.

Cavani langsung menghapus unggahan tersebut dan meminta maaf. Ia menegaskan panggilan Negrito dimaksudkan sebagai panggilan sayang ke seorang teman dan menjelaskan kalau kata itu diartikan secara berbeda di Uruguay.

Manchester United turut bersikap dan menekankan penjelasan Edinson Cavani. Tapi Asosiasi Sepakbola Inggris (FA) tetap melihatnya sebagai sebuah tindakan yang keliru.

Unggahan Cavani dinilai menghina dan/atau kasar dan/atau tidak pantas, dan/atau mencoreng permainan. Mantan pemain Paris Saint-Germain itu punya waktu sampai 4 Januari untuk merespons dan terancam hukuman skors minimal tiga pertandingan.

"Manchester United dan seluruh pemain kami sepenuhnya berkomitmen terhadap perang melawan rasisme dan kami akan terus bekerja dengan FA, bersama dengan badan-badan dan organisasi lainnya, dan melalui kampanye kami sendiri, dalam isu tersebut," ungkap pernyatan Manchester United terkait keputusan FA.

"Kami mencatat keputusan FA hari ini untuk menuntut Edinson Cavani atas balasan di media sosial terhadap pesan ucapan selamat dari seorang teman setelah pertandingan Southampton. Edinson dan klub bersikap jelas bahwa tidak ada maksud jahat di balik pesan itu, yang kemudian segera dihapus dan diikuti permintaan maaf segera setelah dia diberi tahu bahwa itu bisa disalahartikan."

"Sang pemain dan klub sekarang akan mempertimbangkan dakwaan tersebut dan merespons ke FA," demikian pernyataan MU.

(raw/krs)