Kasus Covid-19 Naik, Pemain Wolverhampton Dilarang ke Supermarket

ADVERTISEMENT

Kasus Covid-19 Naik, Pemain Wolverhampton Dilarang ke Supermarket

Mohammad Resha Pratama - Sepakbola
Minggu, 27 Des 2020 08:30 WIB
Wolverhampton Wanderers Fabio Silva, left, celebrates after scoring his sides opening goal from penalty during the English Premier League soccer match between Burnley and Wolverhampton Wanderers at the Turf Moor stadium in Burnley, England, Monday, Dec. 21, 2020. (Peter Powell/Pool via AP)
Pemain Wolverhampton Wanderers dilarang belanja ke supermarket (AP/Peter Powell)
Wolverhampton -

Inggris sedang dilanda pandemi virus corona fase kedua saat ini. Ini membuat Wolverhampton melarang para pemainnya belanja ke supermarket.

Penemuan kasus infeksi mutasi virus corona (Covid-19) baru di Inggris memicu kewaspadaan dan kekhawatiran dunia. Alhasil, puluhan negara segera memberlakukan larangan dan pembatasan kedatangan turis dari dan ke Inggris.

Ini dilakukan demi mengantisipasi penyebaran kasus Covid-19 yang masih tinggi di beberapa belahan dunia. Karena itulah, pemerintah Inggris langsung memberlakukan empat sistem tingkatan keamanan.

Imbasnya adalah beberapa kota tidak bisa menggelar pertandingan sepakbola dengan penonton. Dari 20 klub Premier League, hanya dua klub yang masih diizinkan mendatangkan penonton, yakni Liverpool dan Everton.

Apalagi beberapa waktu lalu, Newcastle United dilarang berlatih karena sebagian skuatnya dilanda virus corona, yang membuat laga kontra Aston Villa ditunda. Lalu, ada juga kasus baru di Manchester City yang menimpa Gabriel Jesus dan Kyle Walker. Premier League memang sudah memberlakukan tes usap rutin dua kali sepekan sejak liga bergulir lagi.

Klub-klub pun melakukan tindakan preventif dari internal klub, salah satunya Wolverhampton. Klub berjuluk Serigala tersebut sudah memberlakukan larangan untuk para pemainnya bepergian keluar, termasuk ke supermarket.

"Ini soal bagaimana kami melindungi diri sendiri. Sejak awal pandemi, staf kami di dapur bahkan secara khusus menyiapkan segala perlengkapan tim dalam satu kotak besar, semua punya itu," ujar manajer Wolves, Nuno Espirito Santo, seperti dikutip Sky Sports.

"Ketika kondisi mulai membaik, kami bilang: "OK, kini kalian bebas pergi dan belanja sendiri'," sambungnya.

"Tapi, levelnya meningkat dan ada jenis virus baru yang bikin khawatir semua orang. kami pun melakukannya lagi. Jadi para pemain dan keluarga mereka tidak boleh pergi ke supermarket."

"Ini soal melindungi kami sendiri. Ada banyak orang yang melindungi kami," tutupnya.

(mrp/bay)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT