Man City Kurang Dijagokan Juara, Guardiola Bilang Apa?

Okdwitya Karina Sari - Sepakbola
Rabu, 13 Jan 2021 16:15 WIB
MANCHESTER, ENGLAND - JANUARY 06: Pep Guardiola, Manager of Manchester City celebrates with Phil Foden of Manchester City after the final whistle during the Carabao Cup Semi Final match between Manchester United and Manchester City at Old Trafford on January 06, 2021 in Manchester, England. The match will be played without fans, behind closed doors as a Covid-19 precaution. (Photo by Shaun Botterill/Getty Images)
Pep Guardiola merespons tentang Manchester City yang kurang difavoritkan juara liga di musim ini. (Foto: Getty Images/Shaun Botterill)
Jakarta -

Tidak seperti musim-musim sebelumnya, Manchester City kurang difavoritkan juara di musim ini. Bagaimana tanggapan Manajer City Pep Guardiola?

City hampir selalu dalam persaingan gelar juara Liga Inggris dalam satu dekade terakhir. Menyusul sukses si Manchester Biru memenangi empat titel, dan tiga kali finis runner-up.

Akan tetapi, pada 2020/21 laju City kurang meyakinkan untuk menjadi pesaing Liverpool. The Citizens cuma empat kali menang di delapan pertandingan pertama musim ini. Namun, City perlahan bangkit usai tidak terkalahkan di tujuh laga terakhirnya.

Dua tim teratas di klasemen saat ini: Manchester United dan Liverpool digadang-gadang menjadi dua kuda pacu dalam perburuan gelar. Manchester City sendiri bertengger di peringkat enam dengan selisih tujuh poin dari MU, sekalipun masih memiliki tabungan dua pertandingan.

City akan menembus empat besar apabila mengalahkan Brighton, Kamis (14/1) dinihari WIB, yang bisa disaksikan di Mola TV dengan link streaming ini. Guardiola tidak masalah timnya kurang dijagokan.

"Kami tidak bermain dengan baik di awal untuk dianggap pantas bersaing," ungkap Guardiola di Mirror. "Jadi pada akhirnya, orang-orang yang menganalisis permainan ini bilang bahwa kami bukan kandidat juara dan tim-tim lain yang layak menjadi kandidatnya."

"Ketika kami membuang angka melawan West Brom di kandang sendiri dan di markas West Ham, pendapat umum menyebut kami tidak layak menjadi pesaing juara," sambung mantan bos Barcelona dan Bayern Munich itu.

"Kami mencoba mengatakan kepada pemain 'tenanglah', karena ini adalah situasi yang aneh dan hal yang paling cerdik yang saya bisa bilang adalah [fokus sepenuhnya pada] Brighton. Setelah itu, saya bisa melihat apa yang terjadi."

"Apa yang kami inginkan adalah bertahan di kompetisi-kompetisi. Kami sudah mencapai satu final, di babak selanjutnya Piala FA dan Liga Champions jadi mudah-mudahan kami bisa tiba di laga-laga terakhir ini dan mencoba memperjuangkan titel juara," sebut Guardiola usai Manchester City kembali konsisten.



Simak Video "Prediksi Final Liga Champions Bersama MCSC dan CISC Indonesia"
[Gambas:Video 20detik]
(rin/aff)