sepakbola
Follow detikSport Follow Linkedin
Kamis, 14 Jan 2021 16:45 WIB

Guardiola pun Sulit Larang Pemain Selebrasi

Mohammad Resha Pratama - detikSport
Manchester City players celebrate after Manchester Citys Phil Foden, centre, scored his sides opening goal during the English Premier League soccer match between Manchester City and Brighton and Hove Albion at the Etihad Stadium in Manchester, England, Wednesday, Jan. 13, 2021. (Martin Rickett /Pool via AP) Selebrasi pelukan Manchester City dikritik (AP/Martin Rickett)
Manchester -

Selebrasi para pemain usai bikin gol kini dilarang di tengah menanjaknya kasus virus corona di Inggris. Tapi, pada prakteknya, hal itu sulit dilakukan.

Hal ini dikatakan manajer Manchester City Pep Guardiola usai kemenangan timnya 1-0 atas Brighton & Holve Albion di Etihad Stadium, Kamis (14/1/2021) dini hari WIB.

Gol kemenangan City diciptakan Phil Foden pada menit ke-44 meneruskan umpan Kevin De Bruyne. Setelah Foden membobol gawang Brighton, para pemain City lantas mengerubunginya dan saling berpelukan.

Wajar mengingat kemenangan ini membawa City naik ke posisi ketiga klasemen dan menguntit Manchester United serta Liverpool. Tapi, di balik selebrasi gol Foden itu, terselip kritik.

Pasalnya, Premier League sudah melarang para pemain untuk melakukan selebrasi berpelukan dan diminta tetap menjaga jarak. Sebab kasus penularan COVID-19 di Inggris lagi meningkat, khususnya di Premier League.

Tapi, menurut Guardiola, melarang para pemain itu merupakan hal sulit karena selebrasi dilakukan spontan dan tanpa instruksi apapun. Yang ada ketika larangan diberlakukan, malah bakal terlihat aneh dan kaku.

"Saya menghormati protokol kesehatan Premier League. Saya sangat paham apa yang mereka mau lakukan. Tapi di saat Anda mencetak gol dan ada satu pemain merayakannya, sementara pemain lain tidak, maka itu aneh dan tidak nyaman saja," ujar Guardiola di Daily Mail.

"Kami sudah melakukan enam atau lima kali tes dalam 10 hari terakhir. Semuanya negatif. Kami berada di luar dan virus tidak begitu agresif. Kami mengikuti apa saran Premier League tapi kami tidak tahu apakah bisa melakukannya," sambungnya.

Sementara itu, manajer Brighton Graham Potter justru meyakini para pemain bisa menuruti protokol yang ada, asal ada kemauan.

"Kami harus mengubah pola pikir kami dan juga perilaku di situasi baru seperti ini. Memang semuanya butuh waktu," tutur Potter.

Lihat klasemen Liga Inggris selengkapnya di sini. Klik pula tim-timnya untuk melihat profil dan statistik klub tersebut.

(mrp/aff)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksepakbola.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com