sepakbola
Follow detikSport Follow Linkedin
Sabtu, 16 Jan 2021 05:30 WIB

Mourinho, Memangnya Tottenham Ingin Pulangkan Bale ke Madrid?

Yanu Arifin - detikSport
RAZGRAD, BULGARIA - NOVEMBER 05: Gareth Bale of Tottenham Hotspur interacts with Jose Mourinho, Manager of Tottenham Hotspur after he is substituted during the UEFA Europa League Group J stage match between PFC Ludogorets Razgrad and Tottenham Hotspur at Ludogorets Arena on November 05, 2020 in Razgrad, Bulgaria. Sporting stadiums around Bulgaria remain under strict restrictions due to the Coronavirus Pandemic as Government social distancing laws prohibit fans inside venues resulting in games being played behind closed doors. (Photo by Srdjan Stevanovic/Getty Images) Gareth Bale dan manajer Tottenham Hotspur, Jose Mourinho. (Foto: Srdjan Stevanovic/Getty Images)
London -

Gareth Bale masih minim penampilan di Tottenham Hotspur musim ini, sampai muncul rumor akan dipulangkan ke Real Madrid. Manajer Jose Mourinho meresponsnya.

Bale kembali ke Tottenham musim ini. Pemain Wales itu dipinjam The Lilywhites dari Real Madrid selama satu musim.

Namun, Bale masih minim mendapat kesempatan. Datang kembali ke London ketika cedera, pemain 31 tahun itu baru bermain 12 kali. Dari total 12 penampilan itu, Bale belum pernah bermain penuh. Sebanyak tiga gol juga baru dipersembahkannya.

Hal itu bahkan memunculkan rumor Tottenham akan memulangkannya ke Madrid. Mourinho pun menyanggahnya.

"Bahkan tak ada yang membahasnya lebih lanjut soal itu. Gareth adalah pemain pinjaman sampai akhir musim. Tidak ada pembahasan soal itu," kata Mourinho, dilansir Mirror.

"Tentu saja kami bicara soal Gareth, dirinya, dan Real Madrid, Tottenham. Saya pastikan tidak ada pembahasan itu," jelas manajer asal Portugal itu.

Menanggapi performa Bale yang masih minim kesempatan, Mourinho mengaku memang masih hati-hati memainkannya. Sang pemain dinilai butuh proses yang tak mudah kembali ke bentuk terbaiknya.

"Tentu saja anda tahu kalau dia cedera ketika datang. Dia cedera sebelumnya, saya yakin itu terjadi di bulan-bulan pertamanya," katanya.

"Kemudian pelan pelan, pertandingan Liga Europa membantunya kembali ke kondisinya. Premier League juga. Fase grup Liga Europa punya level berbeda dari Premier League. Babak knock out juga punya cerita berbeda, Fase grup selalu punya intensitas, ritme, dan kualitas berbeda."

"Jadi di Premier League, dia tidak banyak bermain. Kemudian dia sempat cedera lagi ketika melawan Stoke, di mana dia bermain bagus di babak pertama, Dan sekarang, prosesnya tak mudah. Semua tahu di beberapa musim sebelumnya, di Madrid, tak mudah baginya. Jadi biarkan itu pelan-pelan untuk membuatnya mengerahkan yang terbaik," ujar eks manajer Porto, Chelsea, Inter Milan, Real Madrid, dan Manchester United itu.

(yna/pur)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksepakbola.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com