sepakbola
Follow detikSport Follow Linkedin
Kamis, 21 Jan 2021 19:30 WIB

Bisnis Buruk Arsenal Jualan Pemain

Afif Farhan - detikSport
LONDON, ENGLAND - APRIL 21:  Mesut Ozil and Alexis Sanchez of Arsenal prepare to kick off during the Barclays Premier League match between Arsenal and West Bromwich Albion at the Emirates Stadium on April 21, 2016 in London, England.  (Photo by Paul Gilham/Getty Images) Bisnis Buruk Arsenal Jualan Pemain (Getty Images/Paul Gilham)
London -

Tahukah kamu, kalau Arsenal punya bisnis buruk dalam menjual pemain. Dibeli mahal, tapi dijual murah plus sekalian dikasih gratis.

Arsenal selalu sibuk di bursa transfer pemain. Klub asal London ini suka mendatangkan pemain baru demi terus bisa berbicara banyak di Liga Inggris.

Arsenal memang dikenal sebagai klub yang suka memakai jasa pemain muda berpotensi. Meski begitu, beberapa nama pemain besar tak luput dari radar incaran.

Dilansir detikSport dari berbagai sumber, Arsenal diketahui tak jarang melakukan bisnis buruk dalam penjualan pemain. Alhasil, sedikit banyak pasti berpengaruh ke neraca keuangan.

Sebut saja yang terbaru, Mesut Oezil. Arsenal membeli Oezil seharga 47 juta euro atau setara Rp 799 miliar di tahun 2013 dari Real Madrid. Namun kini, Oezil dilepas secara cuma-cuma ke klub Turki, Fenerbahce.

Mesut OezilMesut Oezil (Twitter/MesutOzil1088)

Selain itu, ada Alexis Sanchez yang dibeli seharga 42 juta euro (sekitar Rp 714 miliar) dari Barcelona di tahun 2014. Setelahnya, Arsenal melepas Sanchez ke Manchester United seharga 34 juta euro (sekitar Rp 578 miliar).

Aaron Ramsey dilepas cuma-cuma dari Arsenal ke Juventus pada tahun 2019. Ramsey yang memang tidak diperpanjang kontraknya kala itu, sehingga Juventus merekrutnya dengan gratis.

Ramsey dinilai oleh klub sudah habis. Tapi di Italia, Ramsey justru bisa mencicipi gelar juara Serie A!

TURIN, ITALY - SEPTEMBER 21:  Aaron Ramsey of Juventus celebrates after scoring the equalizing goal during the Serie A match between Juventus and Hellas Verona at Allianz Stadium on September 21, 2019 in Turin, Italy.  (Photo by Emilio Andreoli/Getty Images)Aaron Ramsey (Getty Images/Emilio Andreoli)

Selanjutnya ada Danny Welbeck, striker yang diboyong Arsenal dari Manchester United di tahun 2014. Welbeck dibeli seharga 20 juta euro atau setara Rp 340 miliar.

Tahun 2019, Arsenal tidak memperpanjang kontraknya sehingga Welbeck bergabung dengan Watford secara gratis.

Lalu masih ada Henrikh Mkhitaryan, Arsenal juga membelinya dari Manchester United pada tahun 2018. The Gunners memboyongnya seharga 34 juta euro atau setara Rp 578 miliar.

Cuma bertahan setahun, Mkhitaryan kerap dipinjamkan ke AS Roma. Sampai akhirnya, Arsenal melepasnya secara cuma-cuma ke Roma di tahun 2020 kemarin.

ROME, ITALY - NOVEMBER 05:  Henrikh Mkhitaryan of AS Roma celebrates after scoring the opening goal during the UEFA Europa League Group A stage match between AS Roma and CFR Cluj at Stadio Olimpico on November 5, 2020 in Rome, Italy.  (Photo by Paolo Bruno/Getty Images)Henrikh Mkhitaryan (Getty Images/Paolo Bruno)

Arsenal dinilai memiliki bisnis jualan pemain yang buruk. Beberapa pemain yang pernah dilepas adalah karena kurang cerdiknya strategi dalam memberikan kontrak, serta tidak peka melihat permintaan pasar.

Plus, beberapa pemain yang 'berulah' rasa-rasanya mampu membuat pihak klub pasrah. Kalau menurut kamu, bagaimana?

Banner Papan Atas EPL
(aff/bay)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksepakbola.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com