Sebelum Chelsea Pecat Lampard, Ruediger-Azpilicueta Suka Cekcok

Okdwitya Karina Sari - Sepakbola
Selasa, 26 Jan 2021 12:03 WIB
LONDON, ENGLAND - OCTOBER 03: Frank Lampard, Manager of Chelsea and Ben Chilwell of Chelsea celebrate following their teams victory in the Premier League match between Chelsea and Crystal Palace at Stamford Bridge on October 03, 2020 in London, England. Sporting stadiums around the UK remain under strict restrictions due to the Coronavirus Pandemic as Government social distancing laws prohibit fans inside venues resulting in games being played behind closed doors. (Photo by Neil Hall - Pool/Getty Images)
Ruang ganti Chelsea retak sebelum Frank Lampard dipecat. Foto: Getty Images/Pool
London -

Ruang ganti Chelsea ternyata sudah retak sebelum Frank Lampard dipecat. Antonio Ruediger dan kapten Cesar Azpilicueta juga disebut kerap berselisih.

Kemenangan Chelsea atas Luton Town 3-1 di babak keempat Piala FA tidak dapat menghindarkan Lampard dari pemecatan. The Blues telah memutuskan mencopot Lampard sebagai manajer tim hanya 18 bulan setelah ditunjuk menggantikan Maurizio Sarri pada 2019.

Pemecatan Lampard didasari dengan buruknya laju Chelsea di Liga Inggris setelah hanya memenangi dua dari delapan laga terakhirnya. Akibatnya, tim London Barat itu pun terlempar di papan tengah klasemen dengan jarak 11 poin dari Manchester United di posisi teratas.

Adapun faktor lain yang menambah rekor buruk Frank Lampard. Timo Werner dan Kai Havertz, dua pemain yang dibeli dengan total 123 juta pound sterling, gagal dimaksimalkan. Werner cuma membukukan empat gol dan lima assist di Premier League, sedangkan hanya satu gol dan tiga assist yang bisa disumbangkan Havertz.

Namun demikian, ada sejumlah drama yang mengiringi kepergian Lampard dari Stamford Bridge. Diungkapkan the Athletic, masalah-masalah muncul dan perselisihan berkembang di ruang ganti Chelsea dalam beberapa pekan belakangan.

Lampard dituding tidak berkomunikasi dengan pemain-pemain di skuadnya, selain mereka yang dekat dengan dia. Bahkan dia tidak jarang digambarkan dingin dengan beberapa pemainnya.

"Masalahnya adalah, manajer tidak berbicara dengan para pemain -- well, hanya kepada mereka yang dia sukai saja," kata seorang sumber.

"Saya mengenal pemain-pemain yang tidak ada di tim dan tidak mendengar apapun dari dia selama berbulan-bulan. Itu kan sangat membuat frustrasi bagi seorang pemain karena Anda tidak tahu apa yang harus Anda lakukan agar bisa bermain lebih baik, apa yang sedang dipikirkan manajer. Itu kan gila."

Gejolak di ruang ganti Chelsea semakin panas. Menurut laporan Telegraph, dua bek senior Cesar Azpilicueta dan Antonio Ruediger bertengkar lebih dari sekali di tempat latihan Chelsea di Cobham. Azplicueta disebutkan mencoba mengurangi ketegangan di antara para pemain, tapi Ruediger tidak mendukungnya.

Selain itu beberapa pemain muda mengeluhkan perlakuan dari pemain-pemain Chelsea yang lebih berpengalaman, yang saat itu tidak menyukai peran mereka.

(rin/krs)