Giliran Bek Chelsea Reece James Jadi Korban Rasisme

Yanu Arifin - Sepakbola
Sabtu, 30 Jan 2021 09:00 WIB
LONDON, ENGLAND - NOVEMBER 07: Reece James of Chelsea looks on during the Premier League match between Chelsea and Sheffield United at Stamford Bridge on November 07, 2020 in London, United Kingdom. Sporting stadiums around the UK remain under strict restrictions due to the Coronavirus Pandemic as Government social distancing laws prohibit fans inside venues resulting in games being played behind closed doors. (Photo by Mike Hewitt/Getty Images)
Bek Chelsea Reece James menjadi korban rasisme. (Foto: Mike Hewitt/Getty Images)
London -

Pelecehan rasial banyak dialami pemain Liga Inggris pekan ini. Yang terbaru, bek Chelsea Reece James menjadi korbannya.

Dilansir Sky Sports, James menjadi korban terbaru serangan rasisme. Pemain 21 tahun itu mengalaminya di media sosial.

James mendapat pesan balasan dari seseorang di Instagram Story-nya. Ia lantas mengunggahnya kembali tangkapan layar pesannya itu, yang isinya kata-kata tak pantas.

"Klub ini menganggap rasisme dan semua bentuk perilaku diskriminatif sama sekali tidak dapat diterima. Kami benar-benar mengutuknya," jelas Chelsea dalam pernyatannya.

"Dalam olahraga, seperti halnya dalam masyarakat luas, kita harus menciptakan lingkungan media sosial di mana tindakan kebencian dan diskriminatif tidak dapat diterima secara online seperti halnya di jalan," lanjut The Blues di laman resminya.

James sendiri membuat pesan di Twitter. "Tak ada tempat untuk rasisme," cuitnya, dengan emoji marah.

Tak cuma James yang kena serangan rasial. Tiga pemain Liga Inggris lainnya juga menjadi korban sepanjang pekan ini.

Mereka adalah dua pemain Manchester United, Axel Tuanzebe dan Anthony Martial, serta penggawa West Bromwich Albion, Romaine Sawyers.

(yna/pur)