Phil Foden Dulunya Bocil Man City, Kini Jadi 'Pembunuh' Raksasa

Yanu Arifin - Sepakbola
Senin, 08 Feb 2021 16:30 WIB
Manchester Citys Phil Foden carries the ball during the English Premier League match between Manchester City and Sheffield United at the the City of Manchester Stadium in Manchester, England, Saturday, Jan. 30, 2021. (Laurence Griffiths/Pool via AP)
Phil Foden. (Foto: Laurence Griffiths/Pool via AP)
Liverpool -

Transformasi luar biasa dialami Phil Foden. Sosok yang dulunya bocah cilik (bocil) binaan Manchester City itu kini telah menjelma menjadi pembunuh raksasa di Liga Inggris.

Penampilan Foden terus mencuri perhatian. Musim ini, sudah 10 gol disarangkan pemain 20 tahun itu untuk City di semua kompetisi.

Terakhir, Foden membuat gol ke gawang Liverpool. Di Stadion Anfield, Liverpool, Minggu (7/2/2021) malam WIB, pemain Inggris itu bikin satu gol dan satu assist, dalam kemenangan 4-1 City atas sang rival.

Transformasi luar biasa Foden, yang bisa bermain sebagai gelandang tengah, gelandang serang, atau sayap kiri, terlihat dalam tiga musim terakhir. Bersama Pep Guardiola, peranannya begitu terlihat, dengan kini sudah membuat 25 gol dari 102 penampilannya.

Foden sendiri merupakan produk akademi City. Gabung tim Biru Langit sejak 2009, ia menembus tim utama pada 2016, ketika Guardiola datang ke Etihad.

Kini, Foden sudah menjelma menjadi pembunuh tim raksasa di Inggris, dari yang sebelumnya cuma menjadi bocah cilik pemungut bola. Menurut catatan Transfermarkt, Foden memang punya rekor apik melawan tim raksasa.

Hampir semua tim di enam besar sudah ia jebol gawangnya. Arsenal misalnya, Foden sudah bikin 2 gol dan 2 assist saat melawan The Gunners. Kemudian Liverpool (2 gol 1 assist), Chelsea (1 gol 2 assist), dan Tottenham Hotspur (2 gol 2 assist). Hanya gawang Manchester United masih perawan dari ancamannya.

Untuk mengenangnya, Phil Foden membuat unggahan di Twitter. Ia memperlihatkan dua foto dirinya, pada beberapa tahun lalu dan saat ini.

Dalam satu foto, terlihat Foden cuma duduk di pinggir lapangan City sebagai bocah pemungut bola. Sementara di foto lainnya, terlihat Foden bisa menjebol gawang Liverpool.

"Kami dan pendukung Man City beruntun punya sosok yang berasal dari akademi dan mencintai Man City. Ia tumbuh di akademi kami dan menjadi pendukung hingga ball boy, dan kini menjadi pesepakbola top buat kami," kata Guardiola, dilansir Manchester Evening News.

"Di babak pertama kami kesulitan mengarahkannya. Dia tak berada dalam posisi seharusnya, itulah mengapa kami kesulitan padanya. Ketika bermain di tengah, dia kerap kesulitan apa yang mesti dilakukan dan harus bergerak ke mana."

"Sekarang, dia sudah begitu sempurna di posisi sayap dan gol kedua dan keempat sangat luar biasa dan fenomenal darinya. Dia baru 20 tahun, dia punya banyak ruang untuk berkembang dan memahami laga dengan lebih baik lagi."

"Ritme yang dia mainkan sebagai winger masih seperti ketika bermain di tengah, tapi dia sudah memperbaikinya juga secara mentalitas. Dia selalu merasa bisa melakukan sesuatu dekat kotak lawan," jelas Guardiola memuji Phil Foden.

(yna/krs)