Bernd Leno Kapok Baca Komentar Medsos Gegara Hal Ini

Rifqi Ardita Widianto - Sepakbola
Rabu, 17 Feb 2021 09:20 WIB
MANCHESTER, ENGLAND - NOVEMBER 01: Bernd Leno of Arsenal looks on where a commemorative poppy can be seen on his shirt to mark Armistice Day during the Premier League match between Manchester United and Arsenal at Old Trafford on November 01, 2020 in Manchester, England. Sporting stadiums around the UK remain under strict restrictions due to the Coronavirus Pandemic as Government social distancing laws prohibit fans inside venues resulting in games being played behind closed doors. (Photo by Shaun Botterill/Getty Images)
Bernd Leno kapok main media sosial. (Foto: Getty Images/Shaun Botterill)
Jakarta -

Kiper Arsenal Bernd Leno mengaku tak pernah lagi memantau komentar di media sosial, sekalipun dalam momen bagus. Ia pernah punya pengalaman yang sangat tak menyenangkan.

Bernd Leno mulai tak memantau komentar di media sosial sejak masih bermain di Bayer Leverkusen. Pemicunya adalah sebuah pesan tak menyenangkan dari seseorang.

Ia tampil buruk di sebuah pertandingan, lalu seseorang memintanya mengikuti jejak almarhum mantan kiper timnas Jerman, Robert Enke. Seperti diketahui, Enke meninggal di usia 32 tahun karena bunuh diri usai bergulat dengan depresi.

Karena pesan itulah, Leno tak lagi terlalu memperhatikan komentar orang-orang di media sosial. Sejauh ini ia masih aktif di Instagram dan Twitter.

"Tentu saja saya punya banyak pengalaman dengan itu, baik di sini maupun di Jerman. Ada satu hal yang melekat di ingatan saya, gila sih," ungkap kiper Arsenal tersebut dikutip Sky Sports.

"Saya menjalani pertandingan yang sangat buruk, lalu satu orang di media sosial bilang ke saya 'ikuti langkah Enke'. Sejak saya membacanya, saya menyadari ada begitu banyak orang bodoh di media sosial."

"Itulah sebabnya saya tidak membacanya lagi meskipun keadaan sedang bagus. Saya tak butuh itu, itu tidak membuat saya lebih baik, buang-buang waktu saja."

"Ada begitu banyak orang-orang yang penuh kepalsuan, bersembunyi di balik komputer mereka untuk membuat Anda merasa buruk. Sering terjadi rasisme, pelecehan terhadap keluarga, saya tak suka, saya tak membacanya. Itu memengaruhi hidup Anda, apa sih gunanya?" imbuh Bernd Leno.



Simak Video "Prediksi Liverpool vs Arsenal Bersama Bigreds Balikpapan dan AIS Medan"
[Gambas:Video 20detik]
(raw/adp)