Didenda, Neville Protes Keras

Didenda, Neville Protes Keras

- Sepakbola
Kamis, 23 Feb 2006 01:49 WIB
Didenda, Neville Protes Keras
Jakarta - Denda Rp 80 juta yang dikenakan FA pada Gary Neville disambut dengan protes keras dari sang pemain. Bek Manchester United itu malah mengkritik FA yang dianggapnya akan membuat pertandingan sepakbola seperti robot.Diberitakan sebelumnya, akibat melakukan selebrasi yang dianggap dapat memicu konflik saat MU mengalahkan Liverpool 1-0 di Liga Inggris, FA menjatuhkan hukuman denda pada Neville. Bukan hanya itu, otoritas tertinggi sepakbola Inggris itu mengancam akan memberikan sanksi lebih berat jika Neville mengulangi hal yang sama di masa mendatang.Bagaimana reaksi Neville atas denda yang dijatuhkan padanya itu? Pemain yang sudah 14 tahun berkostum MU ini ternyata sangat tidak bisa menerima sanksi FA. "Saya sangat kecewa dengan keputusan tersebut. Itu adalah keputusan yang sangat buruk, bukan hanya untuk saya, tapi juga untuk semua pesepakbola," seru Neville seperti diberitakan Guardian, Kamis (23/2/2006).Saudara kandung Philip Neville ini mengatakan kalau selebrasi yang dilakukannya tidaklah salah. Ia kemudian malah mengecam FA yang dianggapnya akan membuat pertandingan sepakbola menjadi kaku seperti robot."Sekarang saya tanya pada otoritas yang berwenang," ujar Neville dengan suara tinggi. "Ke mana sepakbola akan dibawa? Semuanya akan menjadi seperti robot, tanpa semangat dan gairah. Dan itu yang akan menjadi masa depan sepakbola jika kondisinya seperti ini."Tidak semua sangkaan FA dibantah Neville. Ia menerima asumsi kalau tindakan yang dilakukannya bisa memprovokasi penonton. Tapi Neville juga menekankan kalau dirinya tak membuat bahasa tubuh yang kasar saat selebrasi tersebut, dan menurutnya hal itu adalah sesuatu yang wajar.Neville masih diberi waktu sampai 14 hari untuk mengajukan banding atas denda yang dijatuhkan padanya itu. Tapi belum diketahui apakah Neville akan mengajukan keberatannya.Foto: Gary Neville kecewa berat dengan hukuman denda yang dijatuhkan padanya (bbc). (din/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads