Chelsea Vs MU: Cerita Tuchel Pernah Dibikin Merana Solskjaer

Yanu Arifin - Sepakbola
Sabtu, 27 Feb 2021 08:50 WIB
PARIS, FRANCE - MARCH 06:  Ole Gunnar Solskjaer, Manager of Manchester United shakes hands with Thomas Tuchel, Manager of PSG during the UEFA Champions League Round of 16 Second Leg match between Paris Saint-Germain and Manchester United at Parc des Princes on March 06, 2019 in Paris, . (Photo by Shaun Botterill/Getty Images)
Thomas Tuchel dan Ole Gunnar Solskjaer. (Foto: Shaun Botterill/Getty Images)
London -

Jelang laga Chelsea vs Manchester United, Thomas Tuchel bercerita bagaimana dirinya dibikin merana Ole Gunnar Solskjaer. Begini kisahnya.

Chelsea vs MU akan tersaji di Stamford Bridge, dalam lanjutan kompetisi Liga Inggris, Minggu (28/2/2021). Laga itu mempertemukan Tuchel vs Solskjaer.

Tuchel kini melatih Chelsea, menggantikan Frank Lampard. Hal itu yang membuatnya kembali bisa bersua Solskjaer, setelah sebelumnya terjadi ketika masih melatih Paris Saint-Germain.

Bicara soal pertemuan dengan Solskjaer, Tuchel rupanya pernah dibikin merana oleh manajer Setan Merah itu. Kondisi itu ia alami ketika PSG secara dramatis disingkirkan MU dari Liga Champions.

Di babak 16 besar Liga Champions 2018/2019, PSG vs MU tersaji. Neymar dkk sempat menang 2-0 di Old Trafford.

Namun, MU secara gemilang bisa membalikkan keadaan. Ketika gantian menjamu di Paris, PSG malah dipaksa tumbang 1-3, dan akhirnya tersingkir dengan agregat 3-3, kalah gol tandang.

Kekalahan itu membuat Thomas Tuchel sampai tak habis pikir. Ia mengaku kekalahan dari Ole Gunnar Solskjaer itu jadi capaian terburuknya.

"Kalau boleh saya jujur, setelah pertandingan itu, saya dua hari berada di tempat yang sangat gelap, saya tidak dapat berbicara dengan siapa pun, dan memikirkan hal lain selain kekalahan ini," kata Tuchel, dilansir Daily Mail, jelang laga Chelsea vs MU.

"Itu mungkin kekalahan terburuk yang saya alami, karena datangnya entah dari mana. Saya tidak pernah mengalami hal seperti ini lagi atau bahkan sebelumnya. Sepertinya itu datang entah dari mana, dan itulah mengapa pukulan ini sulit diterima.

Kekalahan dari MU dua tahun lalu juga membuat Tuchel terus memikirkannya. Ia merefleksi diri apa yang salah dari gaya melatihnya.

"Ini adalah refleks yang sama, setelah hasil imbang melawan Southampton kemarin," kata Tuchel.

"Apa yang bisa saya lakukan agar lebih baik? Apa yang berhasil dan apa yang tidak? Tentu saja dengan kekalahan apapun, itu sama saja. Itu adalah situasi khusus dan itulah mengapa sangat menyakitkan saya karena saya menginginkannya untuk tim saya, untuk klub, tapi hasilnya sangat buruk," ujarnya.

Saat ini, Ole Gunnar Solskjaer juga lebih baik dari Thomas Tuchel. MU berada di peringkat dua klasemen Liga Inggris dengan 49 poin, sementara Chelsea di posisi lima dengan 43 poin. Maka laga Chelsea vs MU bisa jadi kesempatan Tuchel membalas Solskjaer.

(yna/bay)