Salah Mandek, Keran Gol Liverpool pun Mampet

Mohammad Resha Pratama - Sepakbola
Senin, 08 Mar 2021 12:43 WIB
Liverpools Mohamed Salah and Liverpools Rhys Williams react after Fulhams Mario Lemina scored his sides first goal during the English Premier League soccer match between Liverpool and Fulham at Anfield stadium in Liverpool, England, Sunday, March 7, 2021. (Clive Brunskill/Pool via AP)
Mohamed Salah mandul, Liverpool pun mandek (AP/Clive Brunskill)
Liverpool -

Performa buruk Liverpool belakangan ini tak lepas dari mandulnya lini serang mereka. Mohamed Salah dan penyerang The Reds lainnya memang lagi sulit bikin gol.

Liverpool masih belum bisa beranjak dari tren buruknya musim ini. Kekalahan 0-1 dari Fulham di Anfield, Minggu (5/3/2021) malam WIB menjadi kekalahan kedelapan dari 10 pertandingan terakhirnya di liga.

Ini juga jadi kekalahan keenam beruntun di kandang dan belum pernah mereka merasakan ini sebelumnya. Banyak hal yang bisa dijadikan alasan dari performa buruk Liverpool saat ini.

Selain badai cedera dan kualitas pemain cadangan yang tak sebanding, mandulnya lini serang jadi persoalan tersendiri. Di Anfield saja, Liverpool belum bisa mencetak gol dari permainan terbuka selain penalti Mohamed Salah saat kalah 1-4 dari Manchester City bulan lalu.

Padahal Liverpool membuat 101 tembakan sepanjang 2021 di kandang mereka, tapi cuma satu gol yang bisa dicetak. Ini tentu jadi persoalan besar yang harus dibenahi manajer Juergen Klopp terkait lini serangnya.

Mohamed Salah, Sadio Mane, dan Roberto Firmino seperti kehilangan tajinya. Dari ketiganya, cuma Salah yang masih rutin bikin gol, meski tidak banyak juga jumlahnya. Dari 14 pertandingan terakhirnya, Salah cuma bikin empat gol.

Sementara, Mane dan Firmino juga cuma bikin satu gol. Bahkan Mane dan Firmino sudah delapan pertandingan beruntun tak bikin gol. Mohamed Salah, meskipun masih memuncaki top scorer dengan 17 gol, sudah mandul di empat pertandingan terakhirnya.

Mandulnya ketiga penyerang itu berbanding lurus dengan total gol Liverpool selama 14 laga, yakni 11 gol atau tidak sampai 1 gol per laga. Lini serang yang selama ini jadi andalan tiba-tiba mandek dan kehilangan akal menjebol gawang lawan.

Dengan RB Leipzig menunggu di leg kedua babak 16 besar Liga Champions, Liverpool jelas harus segera mencari penawarnya jika tak ingin luka yang didapat makin dalam.

(mrp/krs)