Fred Jadi Korban Rasisme Usai Kekalahan MU di Piala FA

Bayu Baskoro - Sepakbola
Selasa, 23 Mar 2021 05:00 WIB
LEICESTER, ENGLAND - MARCH 21: Victor Lindelof and Fred of Manchester United look dejected after conceding their sides second goal scored by Youri Tielemans of Leicester City (not pictured) during the Emirates FA Cup Quarter Final  match between Leicester City and Manchester United at The King Power Stadium on March 21, 2021 in Leicester, England. Sporting stadiums around the UK remain under strict restrictions due to the Coronavirus Pandemic as Government social distancing laws prohibit fans inside venues resulting in games being played behind closed doors.  (Photo by Alex Pantling/Getty Images)
Fred (berlutut) mendapat serangan rasisme usai kekalahan MU di Piala FA. (Foto: Getty Images/Alex Pantling)
Leicester -

Fred mendapat serangan rasisme setelah tersingkirnya Manchester United dari Piala FA. Pemain Brasil itu dianggap bersalah atas gol Leicester City ke gawang MU.

MU dipastikan terdepak dari Piala FA 2020/2021 usai menelan kekalahan dari Leicester pada babak perempatfinal di King Power Stadium, Senin (22/3/2021) dini hari WIB. Setan Merah takluk 1-3.

Tiga gol Leicester disumbangkan Kelechi Ihenacho pada menit ke-24 dan ke-78, serta Youri Tielemans (52'). MU hanya bisa membalas lewat satu gol Mason Greenwood (38').

Gol pertama Leicester ke gawang Manchester United tercipta karena kesalahan di lini belakang tim tamu. Fred yang mendapat bola dari Harry Maguire di dekat kotak penalti kemudian melakukan back pass ke Dean Henderson.

Apes, bola sodoran Fred itu berhasil direbut Ihenacho. Striker Leicester tersebut tanpa kesulitan memperdaya Henderson dan menceploskan bola ke gawang kosong.

Beberapa penggemar yang kecewa dengan blunder tersebut menumpahkan kekesalannya di akun Instagram Fred. The Telegraph melaporkan, tidak sedikit fans yang melontarkan hinaan rasisme kepada pemain 28 tahun tersebut.

Hinaan rasisme yang menimpa Fred mirip-mirip dengan yang pernah diterima rekan setimnya, Marcus Rashford, Anthony Martial dan Axel Tuanzebe. Keempat pemain tersebut dimaki-maki dengan mengolok-olok warna kulitnya.

MU belum lama ini mengecam segala serangan rasisme yang menimpa para pemainnya tersebut. Klub asal Manchester tersebut menegaskan jika mereka bakal selalu menentang segala bentuk diskriminasi di sepakbola.

"Manchester United tidak memiliki toleransi terhadap segala bentuk rasisme atau diskriminasi dan berkomitmen untuk terus berkampanye menentangnya melalui inisiatif All Red All Equal," begitu isi pernyataan resmi MU.



Simak Video "Gaduh Podcast LGBT Deddy Corbuzier Diakhiri Dengan Permintaan Maaf"
[Gambas:Video 20detik]
(bay/ran)