Masalah di Arsenal: Aubameyang adalah Oezil Jilid Dua

Afif Farhan - Sepakbola
Selasa, 06 Apr 2021 13:20 WIB
LONDON, ENGLAND - APRIL 03: Pierre-Emerick Aubameyang of Arsenal looks on as he warms up prior to the Premier League match between Arsenal and Liverpool at Emirates Stadium on April 03, 2021 in London, England. Sporting stadiums around the UK remain under strict restrictions due to the Coronavirus Pandemic as Government social distancing laws prohibit fans inside venues resulting in games being played behind closed doors. (Photo by Julian Finney/Getty Images)
Masalah di Arsenal: Aubameyang Adalah Oezil Jilid Dua (Getty Images/Julian Finney)
London -

Jamie Carragher menghujat Arsenal. Khususnya Pierre-Emerick Aubameyang yang seperti Mesut Oezil dulu. Habis diperpanjang kontrak dan digaji besar, eh melempem.

Pierre-Emerick Aubameyang melempem banget musim ini. Dari 25 laga di Liga Inggris, Aubameyang baru bikin sembilan gol.

Padahal musim lalu, striker asal Gabon itu cukup tokcer dengan 22 gol dari 36 laga. Di musim sebelumnya lagi, catatan golnya pun sama.

Arsenal's Pierre-Emerick Aubameyang walks off with the match ball after the English Premier League soccer match between Arsenal and Leeds United at the Emirates stadium in London, England, Sunday, Feb. 14, 2021. (Adam Davy/Pool via AP)Pierre-Emerick Aubameyang melempem musim ini (AP/Adam Davy)

Pundit sepakbola yang juga eks pemain Liverpool, Jamie Carragher melempar kritikan. Baginya, Pierre-Emerick Aubameyang adalah pemain yang malas-malasan di Arsenal.

"Apa kata-kata yang harus saya pakai untuk menggambarkan masalah Aubameyang... malas," cetusnya seperti dilansir dari Sky Sports.

"Saya nggak peduli gol-golnya di musim lalu, walau juga dia meraih gelar top skor. Dia sekarang tidak bisa mencetak gol dan tidak bisa membantu timnya," tambahnya.

LIVERPOOL, ENGLAND - JUNE 21: Jamie Carragher speaks for Sky Sports after the Premier League match between Everton FC and Liverpool FC at Goodison Park on June 21, 2020 in Liverpool, England. Football Stadiums around Europe remain empty due to the Coronavirus Pandemic as Government social distancing laws prohibit fans inside venues resulting in all fixtures being played behind closed doors. (Photo by Peter Powell/Pool via Getty Images)Jamie Carragher (Getty Images)

Jamie Carragher menambahkan, masalah pada Pierre-Emerick Aubameyang mirip seperti masalah Mesut Oezil dulu. Setelah Oezil diberi perpanjangan kontrak di tahun 2018 sampai tahun 2021. Gajinya juga ditambah.

Apa daya, setelahnya Oezil meredup. Malah, Arsenal sampai harus diputus kontraknya lebih awal sehingga musim ini sudah berlabuh ke Fenerbahce.

"Situasinya mirip seperti Mesut Oezil. Arsenal memberikan kontrak dan gaji besar 350 ribu paun per pekan (setara Rp 7 miliar-red), lalu musim berikutnya bermain jelek," tegas Carragher.

Aubameyang memang baru memperpanjang kontraknya di Arsenal pada musim panas kemarin. Dirinya diikat sampai tahun 2023 mendatang.

"Itu masalah besar buat Arsenal," tutupnya.

(aff/krs)