Penggawa Leicester Langgar Aturan Lockdown, Ketahuan Pelatih, Lalu Sembunyi

Adhi Prasetya - Sepakbola
Selasa, 13 Apr 2021 03:00 WIB
LEICESTER, ENGLAND - DECEMBER 02: The Leicester City logo is seen prior to the Premier League match between Leicester City and Burnley at The King Power Stadium on December 2, 2017 in Leicester, England.  (Photo by Henry Browne/Getty Images)
Empat pemain Leicester melanggar aturan lockdown dengan berpesta tanpa protokol. Foto: Getty Images/Henry Browne
Leicester -

Sejumlah pemain pilar Leicester City absen saat kalah 2-3 dari West Ham United. Rupanya, mereka dihukum manajer Brendan Rodgers karena melanggar protokol COVID-19.

Diberitakan Daily Mail, ada tiga pemain yang kena, yakni James Maddison, Ayoze Perez, dan Hamza Choudhury. Harvey Barnes sebetulnya juga kena, namun karena ia cedera, jadi ia 'terbebas' dari hukuman.

Kisahnya, pada Minggu (11/4) dini hari waktu setempat, keempat pemain tersebut melanggar aturan lockdown dengan mengadakan pesta bersama sekitar 18 orang lainnya di rumah Perez.

Tetangga sekitar melaporkan bahwa jalan di depan rumah Perez dipenuhi mobil sejak pukul 9 malam, dan ada suara musik yang terdengar keras. Pesta itu ternyata diketahui Rodgers, yang kemudian mengirim pesan kepada para pemainnya.

Bukannya menghentikan pesta, mereka malah meminta para undangan, yang sebagian besar wanita muda, untuk bersembunyi. Lampu rumah kemudian dimatikan agar seolah-olah tak ada orang di rumah tersebut.

MANCHESTER, ENGLAND - SEPTEMBER 27: Hamza Choudhury and James Maddison of Leicester City warm up prior to the Premier League match between Manchester City and Leicester City at Etihad Stadium on September 27, 2020 in Manchester, England. Sporting stadiums around the UK remain under strict restrictions due to the Coronavirus Pandemic as Government social distancing laws prohibit fans inside venues resulting in games being played behind closed doors. (Photo by Catherine Ivill/Getty Images)Choudhury (kiri) dan Maddison, dua dari empat pemain Leicester yang melanggar aturan COVID-19. Foto: Getty Images/Catherine Ivill

Polisi yang datang, entah karena laporan Rodgers atau tetangga, tiba di rumah Perez sekitar tengah malam dan akhirnya pergi setelah melihat rumah yang gelap dan tirai yang ditutup.

Namun setelah polisi pergi, pesta pun kembali dilanjutkan di rumah Choudhury. Karena berjarak sekitar 48 km dari rumah Perez, para tamu yang melanjutkan pesta pergi ke sana dengan taksi sekitar pukul 1 pagi.

Pelanggaran ini membuat Rodgers kecewa, oleh sebab itu Choudhury, Perez, dan Maddison akhirnya ditepikan. Meski demikian, Rodgers enggan mendenda mereka. Diparkir untuk satu laga sudah cukup menjadi hukuman.

Tes COVID-19 pun langsung dilakukan kepada ketiga pemain tersebut. Setelah negatif, barulah mereka bisa kembali masuk markas latihan Leicester .

"Dari sudut pandang pribadi, saya sungguh kecewa," kata Rodgers soal kelakuan anak asuhnya itu.

"Ini sesuatu yang lebih besar dari sepak bola. Kalian harus menghormati cobaan yang sedang dilalui bangsa ini, dan kami harus menghormati pengaruh kami di dalam klub," lanjutnya.

Rodgers sendiri sadar kehilangan mereka di lapangan akan mengganggu performa tim, namun baginya, ada nilai-nilai yang harus diajarkan, terutama di tengah pandemi COVID-19 saat ini.

LEICESTER, ENGLAND - DECEMBER 01: Brendan Rodgers, Manager of Leicester City celebrates after the Premier League match between Leicester City and Everton FC at The King Power Stadium on December 01, 2019 in Leicester, United Kingdom. (Photo by Michael Regan/Getty Images)Manajer Leicester City, Brendan Rodgers. Foto: Michael Regan/Getty Images

"Akan sangat mudah jika bisa memainkan mereka di pertandingan (melawan West Ham), tapi kami tak seperti itu," tambah Rodgers.

"Tujuan saya datang ke Leicester adalah menciptakan standar di dalam dan luar lapangan, dan ini benar-benar di bawah harapan kami, terutama di fase krusial musim ini," jelasnya.

Selanjutnya, Leicester akan menghadapi Southampton di semifinal Piala FA, Senin (19/4) dini hari WIB.

(adp/bay)