Rekor Kandang MU Buruk, Solskjaer Salahkan Banner Merah di Old Trafford

Adhi Prasetya - Sepakbola
Kamis, 15 Apr 2021 02:00 WIB
MANCHESTER, ENGLAND - JANUARY 27: Ole Gunnar Solskjaer, Manager of Manchester United reacts during the Premier League match between Manchester United and Sheffield United at Old Trafford on January 27, 2021 in Manchester, England. Sporting stadiums around the UK remain under strict restrictions due to the Coronavirus Pandemic as Government social distancing laws prohibit fans inside venues resulting in games being played behind closed doors. (Photo by Tim Keeton -
Banner merah dianggap menyulitkan pemain MU saat mengumpan bola. Foto: Getty Images/Pool
Manchester -

Musim ini, Manchester United lebih sering kalah di markas sendiri, Old Trafford, ketimbang di kandang lawan. Manajer Ole Gunnar Solskjaer menyebut hal itu juga dipengaruhi banner berwarna merah yang terpasang di tribune. Kok bisa?

Diketahui, di masa pandemi COVID-19, hampir tak ada penonton yang diperbolehkan hadir ke stadion. Sejumlah klub sempat mendapat keringanan untuk menghadirkan suporter, namun akhirnya kembali dilarang saat penyebaran virus kembali meluas di Inggris.

Untuk menutupi tribune yang kosong melompong, biasanya klub akan memasang banner, baik berisi pesan ataupun sekadar tulisan nama dan lambang klub. Hal itu juga dilakukan oleh MU.

MANCHESTER, ENGLAND - JANUARY 27: General view inside the stadium as players warm up prior to the Premier League match between Manchester United and Sheffield United at Old Trafford on January 27, 2021 in Manchester, England. Sporting stadiums around the UK remain under strict restrictions due to the Coronavirus Pandemic as Government social distancing laws prohibit fans inside venues resulting in games being played behind closed doors. (Photo by Laurence Griffiths/Getty Images)Sejak awal musim, MU memasang banner merah di sekeliling lapangan, seperti gambar ini. Foto: Getty Images/Laurence Griffiths

Awalnya, banner yang terpasang di Old Trafford adalah warna merah. Namun belakangan akhirnya diubah menjadi warna hitam. Rupanya ada alasan khusus di balik pergantian warna ini, yang berkaitan dengan performa Bruno Fernandes dkk.

Contohnya di Liga Inggris. Musim ini, MU belum kalah sama sekali saat memainkan laga tandang. Namun saat berlaga di Old Trafford, mereka sudah menelan empat kekalahan. Keberadaan warna merah dianggap menyulitkan fokus para pemain saat mengumpan bola.

"Jika kalian perhatikan, semua banner di tepi lapangan warnanya tidak merah lagi," ujar Solskjaer seperti dikutip Sky Sports.

MANCHESTER, ENGLAND - APRIL 04: Yves Bissouma of Brighton & Hove Albion receives medical treatment during the Premier League match between Manchester United and Brighton & Hove Albion at Old Trafford on April 04, 2021 in Manchester, England. Sporting stadiums around the UK remain under strict restrictions due to the Coronavirus Pandemic as Government social distancing laws prohibit fans inside venues resulting in games being played behind closed doors. (Photo by Clive Brunskill/Getty Images)Belakangan, warna banner sudah berubah menjadi hitam, seperti di laga MU vs Brighton & Hove Albion akhir pekan lalu. Foto: Getty Images/Clive Brunskill

"Kami sudah melihat hal ini, dan harusnya tak ada alasan (tampil lebih buruk saat di kandang), tapi beberapa pemain kami menyebut ketika harus membuat keputusan dengan cepat, mencari rekan setim, yang berbaju merah, dengan latar belakang merah, dan kursi yang merah juga... Kami sudah mencoba mengubahnya, yang penting warnanya bukan merah."

"Sewaktu menang 4-0 di laga tandang melawan (Real) Sociedad (di Liga Europa), kami tak perlu menang di kandang. Tapi di laga melawan Milan (di Old Trafford), kami kebobolan di menit akhir. Tapi terlepas itu, kami bermain bagus kok di kandang."

"Awalnya sih buruk, kami tiga kali kalah, melawan (Crystal) Palace, Tottenham (Hotspur), dan Arsenal. Tapi sekarang sudah membaik," jelas Solskjaer.

(adp/pur)