Mourinho: Tottenham Kerap Buang Keunggulan karena...

Okdwitya Karina Sari - Sepakbola
Jumat, 16 Apr 2021 12:25 WIB
Tottenhams manager Jose Mourinho gestures during the warm up before the English Premier League soccer match between Newcastle United and Tottenham Hotspur at St. James Park in Newcastle, England, Sunday, April 4, 2021. (AP Photo/Scott Heppell, Pool)
Jose Mourinho tentang alasan Tottenham Hotspur kerap membuang keunggulan di Liga Inggris. (Foto: AP/Scott Heppell)
London -

Tottenham Hotspur tidak jarang kehilangan angka meski sempat unggul. Manajer Tottenham Jose Mourinho mengatakan, fenomena itu berkaitan dengan kualitas timnya.

Tim London Utara itu sudah kehilangan 18 poin dari posisi unggul di Liga Inggris musim ini. Rekor buruk itu hanya kalah dari tim peringkat 15 Brighton, yang kehilangan 20 poin.

Insiden terakhir terjadi di akhir pekan lalu ketika Spurs menjamu Manchester United di Stadion Tottenham Hotspur. The Lilywhites unggul lebih dulu 1-0 saat jeda pertandingan, tapi akhirnya kalah dengan skor 1-3.

Alhasil, Tottenham melorot ke peringkat tujuh klasemen dengan perolehan 49 poin tertinggal enam poin dari West Ham di posisi empat. Dengan sisa tujuh pertandingan menuju akhir musim, peluang Harry Kane cs untuk finis di zona Liga Champions cukup kecil.

Mourinho memang sudah tahu penyebab di balik performa menurun Tottenham itu di dalam pertandingan. Hanya saja, Mourinho belum mau menjelaskan secara detail.

"Saya tahu mengapa hal itu terjadi," ucap Mourinho di Sky Sports. "Saya juga tahu bahwa Anda bisa melihatnya dari sebuah perspektif yang berbeda. Sebuah tim yang memulai pertandingan dengan baik, mulai memenangi pertandingan, berarti sesuatu hal positif yang Anda ingin lupakan."

"Aspek positifnya adalah, tapi saya setuju dengan Anda terkait hal itu, ketika Anda dalam posisi unggul dan kemudian kehilangan angka, juga ada hal-hal negatif di dalamnya."

"Itulah yang saya belum siap membahasnya dengan Anda. Saya pikir itu berkaitan dengan beberapa dari kualitas kami sebagai sebuah tim, tapi saya belum siap untuk membahasnya dengan Anda," lugas mantan manajer Chelsea dan Manchester United ini.

(rin/krs)