Fans MU Geruduk dan Boikot Tempat Latihan, Desak Pemilik Mundur!

Yanu Arifin - Sepakbola
Kamis, 22 Apr 2021 19:40 WIB
MANCHESTER, ENGLAND - JANUARY 15:  (EDITORS NOTE: This images has been processed using digital filters). A general view of the trinity statue of Law, Best and Charlton outside the stadium prior the Premier League match between Manchester United and Liverpool at Old Trafford on January 15, 2017 in Manchester, England.  (Photo by Mike Hewitt/Getty Images)
Old Trafford, markas Manchester United. (Foto: Mike Hewitt/Getty Images)
Manchester -

Fans Manchester United memboikot tempat latihan di Carrington. Mereka mendesak pemilik klub mundur.

Dilansir Daily Mail, fans MU bersatu menggeruduk kompleks latihan di Carrington, Inggris, Rabu (22/4/2021). Para suporter mengajukan protes.

Dalam spanduk yang dibawa para fans, mereka menulis: 'Kami memutuskan kapan anda main' dan '51% MUFC', 'Glazer Out'.

Protes itu dilakukan setelah heboh European Super League. MU menjadi salah satu klub penggagas ajang itu.

European Super League kemudian dikecam banyak pihak. Manchester United pun mundur dari ajang itu.

Pemilik MU, Joel Glazer, sebelumnya sudah minta maaf atas keputusannya mengikutkan klub ke European Super League. Ia mengaku keputusan itu salah.

"Saya mengerti bahwa perlu waktu untuk menyembuhkan luka tersebut. Saya secara pribadi berkomitmen untuk membangun kembali kepercayaan dengan fan dan belajar dari kritik yang Anda sampaikan dengan penuh keyakinan itu," jelasnya.

"Kami terus percaya bahwa sepak bola Eropa perlu menjadi lebih stabil di seluruh jenjang kompetisi untuk jangka panjang. Namun, kami sepenuhnya menerima bahwa European Super League bukanlah cara yang tepat untuk melakukannya."

"Dalam upaya menciptakan fondasi yang lebih kuat dalam pertandingan, kami gagal menunjukkan rasa hormat untuk tradisinya yang sudah mengakar dalam - promosi, degradasi, serta piramida kompetisi - dan untuk itu kami mohon maaf," sebut petinggi Manchester United itu.

"Ini adalah klub sepak bola terbesar di dunia dan kami mohon maaf dengan sepenuh hati atas keributan yang terjadi selama beberapa hari terakhir ini," tulis Glazer dalam surat permohonan maafnya.

(yna/krs)