Ed Woodward Cabut dari Manchester United, Keluarga Glazer Kapan?

Rifqi Ardita Widianto - Sepakbola
Rabu, 21 Apr 2021 21:15 WIB
BARCELONA, SPAIN - APRIL 15: Ole Gunnar Solskjaer, Manager of Manchester United speaks to Avram Glazer, owner of Manchester United prior to a training session ahead of their second leg in the UEFA Champions League Quarter Final match against FC Barcelona at Camp Nou on April 15, 2019 in Barcelona, Spain. (Photo by Michael Regan/Getty Images)
Pemilik MU Joel Glazer (kanan) dan Avram Glazer (kedua dari kanan) berbincang dengan manajer MU Ole Gunnar Solskjaer. (Foto: Getty Images/Michael Regan)
Jakarta -

Manchester United ditinggalkan CEO Ed Woodward menyusul polemik European Super League. Kini keluarga Glazer selaku pemilik klub juga diharapkan hengkang.

Manchester United mengumumkan bahwa Ed Woodward akan meninggalkan jabatannya di akhir tahun, pada Rabu (21/4/2021) dini hari WIB. Wakil Ketua Eksekutif MU, yang juga bertindak sebagai CEO klub itu, telah bekerja di Old Trafford sejak 2005.

Mundurnya Woodward pas dengan gonjang-ganjing terkait European Super League. MU adalah salah satu klub yang ikut mendeklarasikan kompetisi tersebut pada Senin (19/4) kemarin, lalu bersama-sama dengan lima klub Inggris lainnya memutuskan mundur.

MU tak ayal ikut mendapatkan kecaman karena sempat terlibat dengan European Super League. Kelompok suporter dan sejumlah pemain telah menyuarakan ketidaksepakatannya terkait ide kompetisi eksklusif tanpa degradasi tersebut.

Mantan bek MU Gary Neville melihat ada kemungkinan Woodward berupaya menghindari tekanan terkait keterlibatan klub di European Super League. Ia kini cuma berharap seluruh pendukung MU juga memanfaatkan momen ini untuk menekan pemilik klub agar bertanggung jawab atas keputusan mereka.

"Ed Woodward tahu masanya di sepakbola sudah berakhir, mungkin pagi ini, dan dia mungkin melakukannya juga untuk menjauh dari kritikan yang akan mengarah kepadanya dalam beberapa bulan ke depan," katanya dikutip Sky Sports.

"Meski demikian, Ed Woodward cuma batang dari pohon. Sekarang kita harus mengejar akarnya karena saya sudah bilang kemarin malam di Monday Night Football, saya merasa ikut bersalah."

"Mereka sudah memilih kubu. Ketika mereka (para pemilik) duduk damai di klub tanpa membuat pernyataan apapun, tidak pernah menunjukkan tangan-tangan mereka dan tak pernah menggelar jumpa pers," sambung eks bek kanan tersebut.

"Ya, mereka menarik uang dari klub. Ya, mereka mengutangkan klub. Tidak ada yang bisa kita lakukan lagi setelah klub menjadi sebuah PLC (perusahaan publik terbatas), tapi saya bilang kemarin mereka menyerang setiap penggemar sepakbola di negeri ini dengan tindakan mereka."

"Jamie Carragher menyebut soal FSG (pemilik Liverpool) tidak punya tempat di Liverpool. Keluarga Glazers tidak punya tempat lagi di Manchester," imbuh Gary Neville.

Lebih jauh, pria yang kini menjadi analis Sky Sports tersebut ingin ada perubahan aturan kepemilikan di Inggris. Sebab dengan begitu, keputusan-keputusan sewenang-wenang dan abai terhadap suporter, seperti ketika MU masuk European Super League, bisa dihindari.

"Kita harus bekerja keras bersama-sama untuk memastikan bahwa aturan kepemilikan di negara ini berubah, bahwa kita punya sistem di mana hal ini tidak bisa terjadi. Entah dengan campur tangan pemerintah atau regulator independen," sambungnya.

"Entah itu aturan kepemilikan klub oleh fan, apapun itu, kita harus memastikan bahwa ini adalah katalis untuk perubahan," ujar mantan pemain tim nasional Inggris ini.

Malcolm Glazer mulai mengambil alih Manchester United pada 2003. Sepeninggal Malcolm, anak-anaknya membagi rata 90% kepemilikan saham klub hingga saat ini. Keluarga Glazer sudah banyak dikritik pendukung MU karena mengoperasikan klub bak sapi perah.

Simak video 'Ed Woodward Adakan Briefing Dadakan, 6 Klub Liga Inggris Didesak Keluar':

[Gambas:Video 20detik]



(raw/cas)