Tottenham Perpanjang Puasa Gelar

Bayu Baskoro - Sepakbola
Senin, 26 Apr 2021 09:23 WIB
LONDON, ENGLAND - APRIL 25: Harry Kane of Tottenham Hotspur looks dejected after the Carabao Cup Final between Manchester City and Tottenham Hotspur at Wembley Stadium on April 25, 2021 in London, England. 8,000 fans are due to watch the game at Wembley, the most at an outdoor sporting event in the UK since the coronavirus pandemic started in March, 2020. Each team has been given an allocation of 2,000 with the remaining tickets split between local residents and NHS staff. (Photo by Clive Rose/Getty Images)
Tottenham Hotspur kembali berpuasa gelar usai kalah di final Piala Liga Inggris. (Foto: Getty Images/Clive Rose)
London -

Tottenham Hotspur melanjutkan puasa gelarnya usai dikalahkan Manchester City di final Piala Liga Inggris. The Lilywhites sudah tak mencicipi piala sejak 2008.

Final Piala Liga Inggris 2020/2021 mempertemukan Man City vs Tottenham di Stadion Wembley, Minggu (15/4/2021) malam WIB. Pertandingan digelar tepat di bulan Ramadan, ketika umat Muslim sedunia menjalani ibadah puasa.

Man City berhasil keluar sebagai juara berkat kemenangan tipis 1-0 atas Tottenham. Gol kemenangan The Citizens dicetak Aymeric Laporte di menit ke-82.

Ini menjadi gelar Piala Liga Inggris keempat Man City dalam empat tahun terakhir. Sementara itu, Tottenham gigit jari lantaran harus memperpanjang puasa gelar mereka di kompetisi resmi.

Tottenham Hotspur terakhir kali merasakan gelar juara yakni pada ajang Piala Liga Inggris 2008. Kala itu, The Lilywhites mengalahkan Chelsea 2-1 di babak final.

Selepas kesuksesan tersebut, Tottenham gagal total ketika melaju ke partai pamungkas. Klub asal London Utara itu kalah di tiga final Piala Liga Inggris, serta sekali menjadi runner up Liga Champions.

Kekalahan Tottenham dari Man City mendapat tanggapan dari manajer tim, Ryan Mason. Dia mengaku sakit sekali, lantaran harus merasakan kembali kekalahan di final Piala Liga Inggris.

Mason sebelumnya pernah menelan pil pahit kalah di partai puncak Piala Liga Inggris 2015 saat masih bermain di Tottenham. Ketika itu timnya keok 2-0 dari Chelsea.

"Ini sangat menyakitkan. Saya sudah pernah merasakannya sebagai pemain. Saya bermain di klub ini dan kalah di final, jadi saya tahu rasanya seperti apa," kata Mason, dikutip dari BBC.

"Normal jika para pemain sakit sekali karena itu menunjukkan bahwa mereka peduli. Saya rasa kita melihatnya hari ini, mereka memberikan segalanya. Komitmen 100 persen," dia menambahkan.

"City adalah tim yang hebat dan luar biasa, tapi pemain kami sudah memberikan segalanya dengan apa yang harus mereka hadapi dalam tujuh hari. Itu adalah sesuatu yang bisa dibanggakan," demikian kata Ryan Mason atas kekalahan Tottenham Hotspur di final Piala Liga Inggris.

(bay/raw)