Pemain Asing Rusak Sepakbola Inggris?
Rabu, 08 Mar 2006 15:12 WIB
Jakarta - Tema ini memang sangat sensitif. Tetapi seorang legenda Inggris juga Manchester United Sir Bobby Charlton dengan lantang mengutarakan hal ini, terkait aksi diving pemain.Entah sejak kapan awalnya, yang pasti aksi berpura-pura jatuh atau kesakitan sudah lama terjadi di sepakbola. Kalau mau dicari-cari, hal ini dipicu oleh penerapan hukuman mulai dari kartu kuning dan merah hingga tendangan bebas serta penalti. Tetapi perlu dipahami juga bahwa aturan ini dibuat untuk melindungi pemain dari aksi brutal di lapangan yang justru sangat merugikan.Di Liga Inggris yang terkenal dengan Kick'n Rush-nya, aksi berpura-pura dikatakan tidak sebanyak yang terjadi di liga utama Eropa lainnya. Namun tetap saja tindakan memalukan tersebut terjadi. Di mata seorang legenda Inggris dan Manchester United Sir Bobby Charlton, aksi diving< di Inggris lebih disebabkan oleh pemain asing."Para pemain Inggris selalu disebut sebagai olahragawan yang gentlemen. Mereka akan melakukan permainan dengan benar, dan tidak banyak komentar. Kita sekarang telah diarahkan pada kebiasaan buruk yang ditularkan orang lain kepada para pemain. Kita tadinya tidak terbiasa dengan hal semacam ini di negara kita, hingga pemain-pemain asing datang," ujar Bobby Charlton seperti dilansir Sky, Rabu (8/3/2006).Tentu saja pernyataan peraih Piala Dunia 1966 itu cukup telak menyinggung pemain non-Inggris. Kasus terakhir yang menjadi perdebatan yakni ketika kiper Liverpool Jose Reina di hukum kartu merah karena mendorong pemain Chelsea Arjen Robben bulan lalu. Pemain Chelsea lainnya Didier Drogba juga dituduh West Bromwich Albion selalu menjatuhkan dirinya di pertandingan akhir pekan lalu, dan berusaha membuat wasit mengeluarkan kartu kuning untuk lawan.Bobby Charlton tidak hanya menyinggung soal pemain Inggris dan non-Inggris. Untuk pelatih The Three Lions pun pria berusia 68 tahun itu lebih senang jika dijabat orang Inggris. "Saya suka jika pelatih itu adalah orang Inggris. Tetapi itu memang tidak yang paling penting. Karea dunia juga tidak akan berakhir jika kita tidak memiliki pelatih orang Inggris," tambahnya.Foto: Aksi diving Arjen Robben pada pertandingan Chelsea versus Liverpool (ist). (lom/)











































