Imbas Demo Fans MU: 1 Orang Ditangkap, 6 Polisi Cedera

Yanu Arifin - Sepakbola
Selasa, 04 Mei 2021 03:40 WIB
Manchester United fans protest outside the Lowry Hotel where team was staying during a protest against the Glazer family, owners of Manchester United, before their Premier League match against Liverpool at Old Trafford, Manchester, England, Sunday, May 2, 2021. Manchester United supporters stormed into the stadium and onto the pitch ahead of Sundays game against Liverpool as fans gathered outside Old Trafford to protest against the ownership. The match later called-off. (AP Photo/Rui Vieira)
Fans MU berdemo di luar stadion Old Trafford. (Foto: Rui Vieira/AP)
Manchester -

Demonstrasi dilakukan pendukung Manchester United akhir pekan kemarin. Satu orang ditangkap dan enam polisi cedera setelah peristiwa itu.

Ratusan suporter MU menggelar protes besar-besaran pada Minggu (2/5) waktu setempat. Mereka datang tepat sebelum pertandingan Liga Inggris antara MU vs Liverpool di Old Trafford.

Para Fans The Red Devils mendesak keluarga Glazer, pemilik klub, mundur. Para suporter itu berbondong-bondong menggeruduk kawasan sekitar Old Trafford, bahkan sampai masuk ke lapangan. Laga sendiri akhirnya ditunda.

Di luar stadion, ricuh rupanya sempat terjadi. Suporter vs Polisi tak terelakkan dalam momen panas tersebut.

MANCHESTER, ENGLAND - MAY 02: Protesters are seen outside the stadium prior to the Premier League match between Manchester United and Liverpool at Old Trafford on May 02, 2021 in Manchester, England. Sporting stadiums around the UK remain under strict restrictions due to the Coronavirus Pandemic as Government social distancing laws prohibit fans inside venues resulting in games being played behind closed doors. (Photo by Getty Images/Getty Images)Suporter MU mendesak Keluarga Glazer mundur dari klub. Foto: Getty Images/Getty Images

Menurut Sky Sports, sebanyak enam polisi terluka akibat bentrokan. Sementara satu orang dari pihak suporter diamankan petugas. Berdasarkan keterangan Kepolisian Manchester, kerusuhan terjadi setelah fans melempari suar, botol, dan penghalang ke arah polisi.

Beberapa polisi disebut mengalami luka serius. Di antaranya mengalami luka di wajah, retak rongga mata, dan beberapa dipukuli.

"Enam cedera petugas polisi telah dilaporkan sejauh ini, dengan satu petugas menerima rongga mata yang retak, membutuhkan perawatan medis, dan lainnya menderita luka di wajahnya, menyusul botol dan kaleng dilempar dari kerumunan," kata pernyataan Kepolisian Greater Manchester.

Pihak kepolisian mengatakan, suporter lebih dulu meningkatkan eskalasi demonstrasi. Polisi menyebut aksi suporter bukan lagi aksi damai.

Fans make their way past barriers outside the ground as they let off flares whilst protesting against the Glazer family, owners of Manchester United, before their Premier League match against Liverpool at Old Trafford, Manchester, England, Sunday, May 2, 2021. (Barrington Coombs/PA via AP)Fans MU menyalakan flare dan menerobos penjagaan polisi. Foto: AP/Barrington Coombs

"Tingkah laku yang ditunjukkan pada protes ini benar-benar mengerikan. Petugas hanya mencoba melakukan tugas mereka dan memfasilitasi protes damai," kata Asisten Kepala Polisi GMP, Nick Bailey.

"Namun sejumlah dari mereka yang hadir menjadi bermusuhan dan agresif terhadap petugas, dan memaksa masuk ke lapangan sepakbola, membuatnya sangat jelas bahwa protes ini tidak damai dan merusaknya untuk mayoritas pengunjuk rasa yang tidak bermaksud protes menjadi kekerasan."

"Petugas kami mencoba terlibat dengan para pengunjuk rasa, tetapi dihadapkan dengan kekerasan dan agresi yang mengakibatkan diambilnya tindakan penegakan hukum. Penegakan akan selalu menjadi pilihan terakhir, tetapi dalam keadaan seperti ini dianggap perlu untuk menjaga keamanan selama situasi itu. meningkat dalam permusuhan," jelasnya.

Investigasi pasukan Greater Manchester terhadap gangguan di Old Trafford pada hari Minggu kini sedang dilakukan.

Adapun demonstrasi itu menjadi puncak kekesalan fans MU pada Keluarga Glazer, yang sudah 16 tahun memiliki MU. Terakhir, keikutsertaan MU di ajang European Super League menjadi hal yang tak bisa dimaafkan semua pihak MU, baik suporter dan legenda klub.

(yna/raw)