Eksperimen Tuchel Berujung Kekalahan Chelsea

Yanu Arifin - Sepakbola
Minggu, 16 Mei 2021 09:03 WIB
LONDON, ENGLAND - MAY 15: Reece James of Chelsea is challenged by Ayoze Perez of Leicester City during The Emirates FA Cup Final match between Chelsea and Leicester City at Wembley Stadium on May 15, 2021 in London, England. A limited number of around 21,000 fans, subject to a negative lateral flow test, will be allowed inside Wembley Stadium to watch this years FA Cup Final as part of a pilot event to trial the return of large crowds to UK venues. (Photo by Kirsty Wigglesworth - Pool/Getty Images)
Reece James (kiri), bek sayap Chelsea, dipasang sebagai bek tengah saat menghadapi Leicester City di final Piala FA. (Foto: Kirsty Wigglesworth - Pool/Getty Images)
London -

Thomas Tuchel membuat eksperimen di lini belakang Chelsea, saat menghadapi Leicester City di final Piala FA. Coba-coba itu berujung kekalahan.

Final Piala FA pertemukan Chelsea vs Leicester di Stadion Wembley, London, Inggris, Sabtu (15/5/2021) malam WIB. The Blues membuat perubahan di lini belakangnya.

Reece James, bek sayap Chelsea, dipasang berjajar dengan Thiago Silva dan Antonio Ruediger. Sementara kapten Cesar Azpilicueta, yang biasa dipasang di belakang, malah ditaruh di pos bek sayap.

Taktik itu cukup berjalan di babak pertama. Azpilicueta sempat banyak membantu serangan, dan James cukup kukuh di belakang.

Pada babak kedua, perubahan itu menghadirkan sedikit petaka. Kesalahan James berujung gol Leicester.

Saat salah mengoper bola ke depan, Luke Thomas meneruskan bolanya ke Youri Tielemans. Dari luar kotak penalti, sepakan kaki kanan dilakukannya dengan kencang, sehingga bisa mengirim bola melesak ke gawang Kepa Arrizabalaga.

Gol itu pada akhirnya menjadi pembeda hingga laga bubar. Chelsea kalah 0-1 dan gagal mengangkat trofi Piala FA.

Usai laga, Tuchel menjelaskan perubahan yang dilakukannya. Manajer asal Jerman itu mengaku James sengaja ditaruh di belakang agar bisa meredam Jamie Vardy.

"Reece dan Azpi berganti posisi karena kami tahu tentang posisi favorit Jamie Vardy untuk melakukan serangan balik di permainan transisi. Kami ingin kekuatan, akselerasi, dan kecepatan tertinggi Reece melawannya untuk menghilangkan ancaman ini," kata Tuchel, di situs resmi klub.

"Kami ingin Azpi sedikit lebih tinggi karena dengan pengalaman dan karakternya, dia mengambil sedikit lebih banyak risiko daripada Reece di baris terakhir."

"Jika Azpi bisa mencetak gol pertama dan itu tidak berbelok, itu akan menjadi keputusan yang bagus," ujar Tuchel, menanggapi eksperimennya di lini belakang Chelsea.

(yna/rin)