11 Fakta Keberhasilan Leicester City Juara Piala FA 2021

Bayu Baskoro - Sepakbola
Minggu, 16 Mei 2021 10:03 WIB
LONDON, ENGLAND - MAY 15: Jamie Vardy of Leicester City celebrates with the Emirates FA Cup trophy following The Emirates FA Cup Final match between Chelsea and Leicester City at Wembley Stadium on May 15, 2021 in London, England. A limited number of around 21,000 fans, subject to a negative lateral flow test, will be allowed inside Wembley Stadium to watch this years FA Cup Final as part of a pilot event to trial the return of large crowds to UK venues. (Photo by Matt Childs - Pool/Getty Images)
Leicester City juara Piala FA 2020/2021. (Foto: Getty Images/Pool)
London -

Leicester City sukses meraih titel Piala FA musim ini usai menaklukkan Chelsea di babak final. Berikut ini 11 fakta keberhasilan The Foxes di partai puncak.

Final Piala FA 2020/2021 antara Chelsea vs Leicester berlangsung di Stadion Wembley, Sabtu (15/5/2021) malam WIB. Kedua tim bermain tanpa gol hingga turun minum.

Leicester memecah kebuntuan di menit ke-63. Youri Tielemans sukses membobol gawang Chelsea lewat bola tendangan dari luar kotak penalti yang tak kuasa dibendung Kepa Arrizabalaga.

Gol Tielemans tersebut menjadi satu-satunya gol yang tercipta hingga pertandingan berakhir. Leicester City menang 1-0 dan berhak membawa pulang trofi Piala FA.

Ini merupakan prestasi perdana Leicester di bawah asuhan manajer Brendan Rodgers. Trofi Piala FA juga menjadi titel pertama Jamie Vardy dkk usai memenangkan Premier League pada 2016.

Berikut ini 11 fakta keberhasilan Leicester menjadi kampiun di kompetisi sepakbola tertua di dunia itu, dirangkum dari Opta:

- Leicester memenangkan final Piala FA pertama mereka pada upaya kelima, sekaligus menjadi tim ke-44 yang menjuarai kompetisi tersebut.

- Leicester adalah pemenang pertama kali Piala FA sejak Wigan Athletic mengalahkan Manchester City di final 2013.

- Chelsea menjadi tim pertama yang kalah di final Piala FA dalam dua musim beruntun sejak Newcastle United pada 1997/1998 dan 1998/1999.

- Chelsea menorehkan tujuh kekalahan di final Piala FA - hanya kalah banyak daripada Manchester United dan Everton (masing-masing 8 kali tumbang).

- Gol kemenangan Leicester berasal dari satu-satunya tembakan tepat sasaran mereka sepanjang pertandingan.

- Ini adalah pertandingan final Piala FA ke-45 yang berakhir dengan skor 1-0, setidaknya 20 kali lebih banyak dari skor lainnya di partai pamungkas.

- Brendan Rodgers menjadi manajer pertama yang memenangkan Piala FA Inggris dan Skotlandia sejak Sir Alex Ferguson.

- Youri Tielemans menjadi pemain Belgia ketiga yang mencetak gol di final Piala FA, dengan ketiganya sukses mengangkat trofi (Eden Hazard pada 2018, Kevin De Bruyne pada 2019).

- Kasper Schmeichel adalah penjaga gawang pertama yang menjadi kapten tim pemenang di final Piala FA sejak David Seaman (Arsenal) pada tahun 2003.

- Olivier Giroud dari Chelsea bermain di final Piala FA keenamnya. Selepas Perang Dunia II, hanya Ashley Cole (8), Ryan Giggs (7) dan Roy Keane (7) yang tampil lebih banyak.

- Wes Morgan dari Leicester City menjadi pemain tertua yang tampil di final Piala FA, yakni di usia 37 tahun 114 hari, sejak Teddy Sheringham untuk West Ham pada tahun 2006 (40 tahun 41 hari).

(bay/yna)